Penulis : Wawan Bromo FM Reporter : Syamsul Akbar Minggu, 09 April 2017 TIRIS – Saat ini proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Kali T...
Reporter : Syamsul Akbar
Minggu, 09 April 2017
TIRIS – Saat ini proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Kali Tancak di Kecamatan Tiris sedang dilakukan uji coba perpipaan induk. Proyek yang mendapatkan bantuan senilai Rp 30 miliar dari APBN Kementrian Pekerjaan Umum (PU) RI ini dalam waktu dekat sudah bisa melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Bambang Lasmono mengungkapkan bahwa setelah dilakukan uji coba perpipaan induk, maka pihaknya akan melakukan perpipaan Sambungan Rumah (SR) untuk melayani akses air bersih daerah-daerah yang selama ini mengalami kekeringan.
“Nantinya SPAM Kali Tancak ini akan menerapkan sistem pompa gravitasi. Sebab dengan sistem gravitasi ini bisa efisien biaya pemakaian listrik sebesar Rp 200 juta. Pasalnya dengan menggunakan PLN menghabiskan dana Rp 400 juta,” katanya.
Menurut Bambang, dengan sistem pompa gravitasi, daerah kekeringan bisa merasakan air bersih sesuai dengan program Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dalam menyediakan akses air bersih masyarakat.
“Dengan adanya sistem gravitasi, cakupan air bersih kepada daerah kekeringan akan semakin luas. Sebab dengan sistem gravitasi ini kita mampu melayani 15 ribu SR. Karena dengan sistem ini, debit air mencapai 200 liter/detik. Beda dengan menggunakan jaringan PLN. Dimana debit airnya mencapai 50 liter/detik dan hanya mampu melayani 5000 hingga 6000 SR,” jelasnya.
Bambang menegaskan bahwa ketika selesai uji coba dan hasilnya bagus, maka pihaknya akan segera melakukan perpipaan SR. Nanti SPAM Kali Tancak akan melayani masyarakat di desa-desa yang selama ini mengalami krisi air bersih. Seperti Desa Tegalsono, Bulujaran Lor, Gunung Bekel, Gunung Geni dan beberapa daerah lain yang mengalami kekeringan.
“Sampai saat ini calon pelanggan yang sudah mendaftarkan diri sebanyak 3.000 SR,” terangnya.
Lebih lanjut Bambang meminta agar masyarakat tidak perlu bingung untuk mengajukan permohonan sambungan baru dari PDAM Kabupaten Probolinggo. Pasalnya saat ini ada subsidi biaya pemasangan dari Pemkab Probolinggo melalui MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Target untuk program MBR ini 1.500 SR.
“Program MBR ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin berpenghasilan rendah. Termasuk juga orang miskin yang pendapatan yang diperolehnya kecil. Untuk pemasangan SR baru ini masyarakat harus membayar Rp 950 ribu. Tetapi dengan subsidi MBR ini, pelanggan hanya membayar Rp 150 ribu saja,” tegasnya.
Dengan selesainya proyek SPAM Kali Tancak ini Bambang mengharapkan mampu melayani kebutuhan air bersih masyarakat. “Mohon doa dan dukungannya agar program ini bisa berjalan maksimal dan sesuai keinginan masyarakat,” pungkasnya. (wan/why)
Minggu, 09 April 2017
TIRIS – Saat ini proyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Kali Tancak di Kecamatan Tiris sedang dilakukan uji coba perpipaan induk. Proyek yang mendapatkan bantuan senilai Rp 30 miliar dari APBN Kementrian Pekerjaan Umum (PU) RI ini dalam waktu dekat sudah bisa melayani kebutuhan air bersih masyarakat.
Direktur PDAM Kabupaten Probolinggo Bambang Lasmono mengungkapkan bahwa setelah dilakukan uji coba perpipaan induk, maka pihaknya akan melakukan perpipaan Sambungan Rumah (SR) untuk melayani akses air bersih daerah-daerah yang selama ini mengalami kekeringan.
“Nantinya SPAM Kali Tancak ini akan menerapkan sistem pompa gravitasi. Sebab dengan sistem gravitasi ini bisa efisien biaya pemakaian listrik sebesar Rp 200 juta. Pasalnya dengan menggunakan PLN menghabiskan dana Rp 400 juta,” katanya.
Menurut Bambang, dengan sistem pompa gravitasi, daerah kekeringan bisa merasakan air bersih sesuai dengan program Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE dalam menyediakan akses air bersih masyarakat.
“Dengan adanya sistem gravitasi, cakupan air bersih kepada daerah kekeringan akan semakin luas. Sebab dengan sistem gravitasi ini kita mampu melayani 15 ribu SR. Karena dengan sistem ini, debit air mencapai 200 liter/detik. Beda dengan menggunakan jaringan PLN. Dimana debit airnya mencapai 50 liter/detik dan hanya mampu melayani 5000 hingga 6000 SR,” jelasnya.
Bambang menegaskan bahwa ketika selesai uji coba dan hasilnya bagus, maka pihaknya akan segera melakukan perpipaan SR. Nanti SPAM Kali Tancak akan melayani masyarakat di desa-desa yang selama ini mengalami krisi air bersih. Seperti Desa Tegalsono, Bulujaran Lor, Gunung Bekel, Gunung Geni dan beberapa daerah lain yang mengalami kekeringan.
“Sampai saat ini calon pelanggan yang sudah mendaftarkan diri sebanyak 3.000 SR,” terangnya.
Lebih lanjut Bambang meminta agar masyarakat tidak perlu bingung untuk mengajukan permohonan sambungan baru dari PDAM Kabupaten Probolinggo. Pasalnya saat ini ada subsidi biaya pemasangan dari Pemkab Probolinggo melalui MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah). Target untuk program MBR ini 1.500 SR.
“Program MBR ini hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin berpenghasilan rendah. Termasuk juga orang miskin yang pendapatan yang diperolehnya kecil. Untuk pemasangan SR baru ini masyarakat harus membayar Rp 950 ribu. Tetapi dengan subsidi MBR ini, pelanggan hanya membayar Rp 150 ribu saja,” tegasnya.
Dengan selesainya proyek SPAM Kali Tancak ini Bambang mengharapkan mampu melayani kebutuhan air bersih masyarakat. “Mohon doa dan dukungannya agar program ini bisa berjalan maksimal dan sesuai keinginan masyarakat,” pungkasnya. (wan/why)


COMMENTS