Dicko BromoFM Jum'at 31/10/2014 , 10 : 00 WIB KRAKSAAN – Suasana pasar Semampir Kraksaan, Kabuaten Probolinggo, tampak ber...
Dicko BromoFM
Jum'at 31/10/2014 , 10 : 00 WIB
KRAKSAAN
– Suasana pasar Semampir Kraksaan, Kabuaten Probolinggo, tampak
berbeda. Jum’at (31/10/14) siang, tiba-tiba diwarnai ricuh, setelah
puluhan pedagang rempah-rempah me-lurug ke kantor pasar. Dengan kompak
mereka menolak untuk direlokasi ke lantai dua digedung baru pasar
Semampir yang dibangun beberapa bulan lalu.
Selain mereka menolak direlokasi, mereka menuntut keadilan adanya penjualan bedak dan lapak yang harganya jutaan rupiah. Sebanyak 53 pedagang dengan kompak melakukan aksi demonstran, sebagaian besar pedagang meminta uangnya dikembalikan.
“Kami minta toleransi, kami yang hanya berjualan rempah-rempah disini. Kami hanya meminta keadilan, dan mengembalikan uang kami,”kata H.Halik salah satu pedagang.
Mereka menolak, lantaran mereka tidak sanggup membawa beban dagangannya yang berat diangkat ke lantai dua,’’selain itu pembeli tidak mungkin mau naik ke lantai dua, mau dikemanakan dagangan ini, sedangkan jangka dua hari kalau tidak laku bisa membusuk,”ujar Asiati pedagang rempah-rempah.
Sementara Kepala Pasar Semampir Shemy Adi membantah tudingan dari pedagang,”Saya tidak pernah merasa menjual lapak kepada para pedagang, ini hanya kesalah pahaman saja,”akunya.
Shemy mengaku, sebelumnya pedagang rempah-rempah sudah diberi surat peringatan selama 3x 24 jam, mereka harus berpindah ke lantai dua.”Malah pedagang berontak ramai-ramai mengamuk saya,”tukas Shemy. (dc/fir)



COMMENTS