Penulis Dimas Bromo FM Jum'at 01/05/2015 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinke...
Penulis Dimas Bromo FM
Jum'at 01/05/2015
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan pelatihan orientasi pemberdayaan masyarakat bagi pembantu petugas kesehatan/bagas, Rabu dan Kamis (29-30/4). Pelatihan ini diikuti oleh 132 peserta dengan rincian setiap kecamatan 4 orang bagas dari desa yang ditunjuk.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Sri Patmiati mengungkapkan pelatihan ini bertujuan supaya bagas mampu mengembangkan keterampilan dalam mewujudkan desa siaga aktif agar masyarakat sehat dan mandiri dalam kesehatan.
“Selain itu bisa meningkatkan penilaian dari strata desa/kelurahan siaga aktif. Sebab saat ini, strata desa siaga aktif di Kabupaten Probolinggo masih berada pada level pratama,” ungkap perempuan kelahiran Kendal, 27 Maret 1965 ini.
Dalam pelatihan ini, para pembantu petugas kesehatan/bagas memperoleh beberapa materi. Meliputi, evaluasi dan pengembangan desa siaga aktif, penyelenggaraan poskesdes, program KIA Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), survelen berbasis masyarakat, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) serta penanggulangan tanggap darurat bencana.
“Melalui pelatihan ini diharapkan desa siaga bisa berjalan optimal. Untuk itu, perlu peningkatan koordinasi dengan desa. Sebab untuk mewujudkan desa siaga aktif, tenaga kesehatan, bagas dan kepala desa harus bisa selalu koordinasi,” harapnya. (wan/drs)
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Sri Patmiati mengungkapkan pelatihan ini bertujuan supaya bagas mampu mengembangkan keterampilan dalam mewujudkan desa siaga aktif agar masyarakat sehat dan mandiri dalam kesehatan.
“Selain itu bisa meningkatkan penilaian dari strata desa/kelurahan siaga aktif. Sebab saat ini, strata desa siaga aktif di Kabupaten Probolinggo masih berada pada level pratama,” ungkap perempuan kelahiran Kendal, 27 Maret 1965 ini.
Dalam pelatihan ini, para pembantu petugas kesehatan/bagas memperoleh beberapa materi. Meliputi, evaluasi dan pengembangan desa siaga aktif, penyelenggaraan poskesdes, program KIA Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), survelen berbasis masyarakat, PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) serta penanggulangan tanggap darurat bencana.
“Melalui pelatihan ini diharapkan desa siaga bisa berjalan optimal. Untuk itu, perlu peningkatan koordinasi dengan desa. Sebab untuk mewujudkan desa siaga aktif, tenaga kesehatan, bagas dan kepala desa harus bisa selalu koordinasi,” harapnya. (wan/drs)



COMMENTS