Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 11 April 2017 KRUCIL - Kelompok Tani (Poktan) Rejeki 17 Desa Watupanjang Kecamatan Krucil mendapatkan pe...
Selasa, 11 April 2017
KRUCIL - Kelompok Tani (Poktan) Rejeki 17 Desa Watupanjang Kecamatan Krucil mendapatkan pelatihan sistem pertanian organik dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Rabu hingga Senin (5-10/4/2017).
Dalam pelatihan ini, BBPPTP Surabaya mendatangkan tim Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) PT. BIOcert Indonesia. Selama ini Poktan Rejeki 17 sendiri telah melaksanakan program desa pertanian organik berbasis komoditas perkebunan kopi.
“Potensi yang dimiliki oleh Poktan Rejeki 17 adalah jenis kopi arabika untuk bisa mendapatkan sertifikat organik dan menjadi kawasan kopi organik,” kata pendamping desa organik Ika Ratmawati.
Pelatihan ini diawali dengan pengenalan organik dengan harapan petani akan lebih memahami akan arti organik dan membentuk kawasan organik. Sebab pada dasarnya organik itu sendiri adalah sehat tidak tercemar oleh bahan kimia dan bisa bersahabat dengan alam.
“Dalam pertanian organik ini kawasan yang dijadikan organik haruslah bebas dari asupan agrokimia, GMO dan radiasi. Dari hasil menggali informasi mengenai riwayat pengelolaan kebun kopi menurut tim LSO, kelompok ini sudah menerapkan organik pada tanaman kopinya. Hanya saja pada kebun kopi yang berbatasan dengan kebun lain yang non organik perlu adanya tanaman pembatas agar dapat menghindari pengaruh kimia dari kebun lain,” jelas Ika.
Pelatihan ini juga diisi dengan kegiatan inspeksi kebun yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami batasan kebun yang bisa masuk organik dan kebun yang tidak bisa masuk organik.
“Dengan melihat langsung di kebun kopi diharapkan petani akan dapat lebih memahami agar kebun kopi milik petani yang akan masuk organik bisa lolos dari pengeruh bahan kimia yang lokasi kebun kopinya berdekatan dengan yang kebun non kimia,” ujar pendamping desa organik lain. pendamping desa organik lainnya Rudy Trisnadi. (wan/why)


COMMENTS