Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 11 April 2017 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) saat...
Selasa, 11 April 2017
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) saat ini tengah melakukan kegiatan pemicuan di desa melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).
Program ini dilaksanakan di beberapa dusun di 16 desa yang berada di 5 (lima) kecamatan mulai 4 April hingga 4 Mei mendatang, Sasaran dari kegiatan ini adalah rumah tangga yang memiliki akses terhadap sarana air minum, sarana sanitasi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di desa.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Sumaryanto mengungkapkan secara umum, program Pamsimas ditujukan untuk meningkatkan akses pelayanan air minum dan sanitasi bagi masyarakat miskin di desa/kelurahan, meningkatkan nilai dan perilaku hidup sehat dengan membangun/menyediakan prasarana dan sarana air minum dan sanitasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan serta mampu diadaptasi oleh masyarakat.
“Program ini akan menjadi model untuk direplikasi, diperluas (scaling up) dan pengarusutamaan (mainstreaming) model di daerah lain, dalam upaya mencapai target MDGs,” katanya.
Yanto menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku higienis di masyarakat, meningkatkan akses masyarakat terhadap sarana air minum dan sanitasi yang berkelanjutan. “Serta meningkatkan kapasitas lokal untuk memfokuskan dan menyebarluaskan pelaksanaan program air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat,” jelasnya.
Menurut Yanto, pemicuan adalah suatu kegiatan sifatnya diharapkan akan menimbulkan efek yang besar dan berakumulatif. Untuk itu pemicuan harus terfokus dan didasari oleh sesuatu yang memang akan mampu untuk menjadi besar dan meluas. Dengan demikian utamakan bahwa dalam pemicuan dipilih daerah yang ada potensinya untuk berkembang, karena akhirnya daerah tersebut akan dijadikan “acuan” bagi daerah lain untuk mereplikasi.
“Pemicuan tidak harus dilakukan pada seluruh dukuh atau RW dalam suatu wilayah desa. Pemicuan yang difokuskan dalam satu atau dua dukuh/RW asalkan terencana, mantap, serius dan berkesinambungan dalam pendampingan akan lebih menghasilkan karya yang nyata, dibanding dengan pemicuan yang terlalu luas tetapi tidak mendalam dan hanya sekilas saja,” pungkasnya. (wan/why)


COMMENTS