Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 10 April 2017 SUMBERASIH – Laut adalah tempat hidup bagi ikan dan biota laut lain yang ada didalamnya. I...
Senin, 10 April 2017
SUMBERASIH – Laut adalah tempat hidup bagi ikan dan biota laut lain yang ada didalamnya. Ikan dan biota laut ini membutuhkan tempat yang nyaman dan aman untuk tumbuh kembang dan berkembang biak.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Wahid Noor Azis. “Tetapi apa yang terjadi, manusia banyak melakukan eksplorasi dan eksploitasi hasil laut dengan sewenang-wenang demi mencari keuntungan tanpa memperhatikan efek yang ditimbulkan terhadap keberlangsungan dan keberlanjutan sumberdaya laut yang ada didalamnya termasuk sumberdaya ikan,” katanya.
Menurut Wahid, penggunaan alat tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan dan penentuan fishing base (daerah penangkapan) tanpa perhitungan dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan akan menyebabkan rusaknya ekosistem di laut.
“Oleh karenanya kami melakukan monitoring dan evaluasi terhadap perkembangan terumbu karang, baik yang alami maupun terumbu karang buatan dari program kegiatan Dinas Perikanan di perairan Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih,” jelasnya.
Dari hasil monev jelas Wahid, ditemukan banyak terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat terkena jangkar dan alat tangkap nelayan. Padahal, terumbu karang sangat memegang peranan penting dalam keberlangsungan kehidupan sumberdaya ikan di laut.
“Selain berperan sebagai tempat hidup, tempat memijah, tempat berlindung dan tempat mencari makan bagi ikan-ikan kecil dan ikan karang, terumbu karang juga berperan sebagai filter alami,” terangnya.
Untuk itu perlu adanya sinergitas upaya dari berbagai pihak yang peduli terhadap kondisi laut saat ini jelas Wahid. “Semua ini dilakukan untuk mengembalikan laut sebagai surga ikan sebagai warisan anak cucu ke depan, bahwa nusantara ini kaya akan keindahan laut yang luar biasa sebagai salah satu destinasi wisata bahari,” pungkasnya. (wan/why)


COMMENTS