Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 04 April 2017 KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Selasa (4/4/2017) mengadakan ke...
Selasa, 04 April 2017
KRAKSAAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, Selasa (4/4/2017) mengadakan kegiatan penguatan Tim Audit Maternal Perinatal (AMP) di Pondok ESHA Kelurahan Semampir Kecamatan Kraksaan.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang terdiri dari pelayanan medis rumah sakit umum dan swasta, tim poned (RSUD Waluyo Jati, RSUD Tongas, RSU Wonolangan, RS Rizani, RS Sehat, RS Fatimah), dokter puskesmas, bidan koordinator, IBI, IDI, Dinkes, Penakib serta PMI Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Moch. Asjroel Sjakrie mengatakan bahwa komitmen pemerintah dalam upaya untuk memperbaiki kesehatan ibu, bayi baru lahir dan anak telah menjadi prioritas utama dalam mendukung indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Probolinggo.
“Kondisi kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo yang masih cukup banyak. Tahun 2015 kematian ibu sebanyak 26 ibu dan tahun 2016 sebanyak 20 ibu dengan penyebab terbanyak kematian ibu adalah pre eklamsia. Sedangkan jumlah kematian bayi tahun 2015 sebanyak 242 dan tahun 2016 sebanyak 223 dengan penyebab terbanyak adalah Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR),” katanya.
Dengan kondisi tersebut jelas Asjroel, kesehatan ibu dan bayi menjadi perhatian khusus karena menjadi salah satu indikator dalam peningkatan IPM. Upaya konkret untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak yang diwujudkan dengan adanya dukungan manajemen program kesehatan ibu dan anak.
“Salah satu peningkatan Tim Audit Maternal Perinatal penelusuran kasus ibu dan bayi baik yang meninggal maupun yang sakit sehingga tidak terulang kembali baik dari segi pelayanan maupun manajemen di layanan primer atau rujukan mempunyai persepsi yang sama,” pungkasnya.
Selama kegiatan mereka mendapatkan materi tentang gambaran kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo, paparan kasus kematian ibu dari puskesmas, kebijakan atau tata laksana AMP serta kesimpulan dan rencana tindak lanjut. Narasumber berasal dari Dinkes Kabupaten Probolinggo, Dinkes Provinsi Jawa Timur serta puskesmas. (wan/why)


COMMENTS