Penulis : Mujiono Selasa, 11 April 2017 LECES - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendi...
Selasa, 11 April 2017
LECES - Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Dewi Korina, Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Tutug Edi Utomo meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) atau dengan istilah Computer Based Test (CBT), Selasa (11/4/2017) di SMA Taruna Dra. Zulaeha, Kecamatan Leces.
Kedatangan Bupati Tantri dan rombongan ini disambut baik oleh Kepala SMA Taruna Dra Zulaeha Agus Supriyono didampingi oleh Camat Leces Heri Mulyadi didampingi jajaran Forkopimka Leces, Kepala Cabang Dispendik Leces Massajo dan sejumlah kepala sekolah di Kecamatan Leces.
UNBK atau CBT ini dilakukan dengan penggunaan sistem semi-online. Yakni soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah). Kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline dan hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online.
Kunjungan ini diawali dengan peninjauan ke ruangan ujian SMA Taruna Dra. Zulaeha. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri menyapa siswa/siswi peserta UNBK dan mempertanyakan kesulitan yang dihadapi dalam mengerjakan ujian tersebut.
Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari, SE menjelaskan bahwa SMA konsisten terhadap kualitas pendidikan agar mampu mencetak generasi muda. Dimana seluruh komponen lembaga pendidikan memiliki kewajiban manusia, khususnya para guru agar mampu mencetak serta mendidik anak menjadi yang sholeh dan sholehah.
“Menghadapi tantangan jaman, anak-anak muda sebagai penerus bangsa untuk lebih berhati hati, agar supaya generasi muda ini mampu menghadapi tantangan zaman. Saya mendoakan nantinya menjadi manusia yang berkualitas, bermanfaat, sukses dan mampu mengangkat derajat orang tua,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan dialog antara Bupati Tantri dengan siswa SMA Taruna Dra Zulaeha. Dalam tanya jawabnya, siswi Firda mempertanyakan, apakah program ujian berbasis komputer akan terus berlanjut dan lebih meningkat lagi di tahun-tahun kedepannya? Sementara Sofia mempertanyakan tentang tips-tips menjadi wanita berkarir yang sukses, hebat sebagai ibu rumah tangga?
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bupati Tantri menyampaikan bahwa meskipun program berjalan belum optimal sepenuhnya berbasis komputer, Pemerintah Daerah akan mensupport program pemerintah pusat dan itu karena sudah zamannya menggunakan IT. Sehingga ke depan akan ditingkatkan lagi.
“Untuk tips-tips menjadi wanita berkarir yang hebat sebagai ibu rumah tangga, seorang wanita harus memiliki rasa tanggung jawab dan berperilaku dengan niatan yang baik dan komitmen yang kuat peran seorang wanita. Jika sudah demikian, maka akan terwujudlah seorang wanita berkarir dan dimudahkan oleh Allah SWT menjadi wanita yang berkarir,” pungkasnya. (y0n/why)


COMMENTS