Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 04 April 2017 KRAKSAAN – Dalam rangka pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kabupaten Probolinggo...
Selasa, 04 April 2017
KRAKSAAN – Dalam rangka pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kabupaten Probolinggo, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo memberikan pembekalan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kader dari 33 puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Wiwik Yuliati mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam membentuk dan mengembangkan posbindu PTM.
“Serta meningkatkan jumlah dan kualitas Posbindu PTM di desa/kelurahan, meningkatkan kegiatan promosi kesehatan, khususnya Penyakit Tidak Menular dan membuat rencana tindak lanjut pembentukan Posbindu PTM,” katanya.
Menurut Wiwik, PTM utama (kardiovaskuler, stroke, kanker, diabetes mellitus, penyakit paru obstruktif kronis) telah mengalami peningkatan kejadian dengan cepat yang berdampak pula pada peningkatan angka kematian dan kecacatan.
“Mengingat luasnya spektrum penyakit tidak menular, WHO menganjurkan pendekatan penganggulangan faktor risiko secara bersama dapat mengurangi insidensi dan prevalensi PTM utama,” jelasnya.
Wiwik menegaskan, peningkatan angka kesakitan dan kematian akibat PTM di Jawa Timur perlu ditindaklanjuti segera. “Upaya pengendalian PTM tidak cukup hanya pengobatan saja, melainkan faktor risiko PTM juga perlu diintervensi melalui wadah yang ada di masyarakat. Yakni, Posbindu PTM,” terangnya.
Lebih lanjut Wiwik menegaskan bahwa posbindu PTM adalah pos pembinaan terpadu yang merupakan wadah kegiatan secara terintegrasi berbasis masyarakat untuk mendeteksi dan menindaklanjuti faktor risiko PTM secara dini.
“Posbindu PTM dikembangkan atas dasar besarnya masalah PTM di masyarakat dan mencakup upaya promosi kesehatan melalui berbagai kelompok masyarakat serta stakeholder yang telah aktif dalam tatanan desa siaga,” tegasnya.
Melalui pembekalan ini Wiwik mengharapkan agar PTM di Kabupaten Probolinggo dapat dikembangkan dan dikendalikan melalui pemantauan faktor risiko PTM di posbindu PTM. (wan/why)


COMMENTS