Penulis : Hendra Bromo FM Rabu, 05 April 2017 GENDING – Kelangkaan stok elpiji 3 kilogram (kg) dan tidak terkontrolnya harga elpiji yang d...
Penulis : Hendra Bromo FM
Rabu, 05 April 2017
GENDING – Kelangkaan stok elpiji 3 kilogram (kg) dan tidak terkontrolnya harga elpiji yang dibungkus tabung berwarna hijau tersebut kerap terjadi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dengan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Bakar Elpiji) PT. HPC di pinggir Jalan Raya Panglima Sudirman, Gending, Rabu (5/4/2017) siang.
Kunker yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini diikuti oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Happy dan Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Santoso. Kedatangannya diterima langsung oleh Wawan selaku Manager SPPBE PT. HPC.
Berdasarkan keterangan Wawan, bahwa kuota elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten dan Kota Probolinggo masih sangat aman. Yakni sebesar 22 juta tabung per tahunnya. Sedangkan penyerapannya hanya mencapai 25 ton saja per hari sampai saat ini. “Masih ada kelebihan kuota untuk wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo,” katanya.
Dalam kesempatan ini Wawan juga menyampaikan beberapa permasalahan yang dikeluhkan para agen elpiji di lapangan terkait adanya variasi harga elpiji 3 kilogram, khususnya di pangkalan dan pengecer. “Kami mohon bantuan Pemkab Probolinggo sebagai unsur pengawasan dalam pendistribusian elpiji 3 kilogram ini,” imbuhnya.
Menjawab keluhan ini Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Santoso juga mengiyakan bahwa adanya variasi harga yang beragam untuk elpiji 3 kilogram yang ada di tengah masyarakat. “Ke depan kami akan melakukan sidak ke agen dan pangkalan elpiji ini. Jika ditemukan ada oknum yang nakal maka kami tidak akan segan-segan mengusulkan ke Pertamina untuk mencabut ijin usahanya,” tegasnya.
Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Happy menambahkan bahwa bulan ini akan diadakan tera timbangan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Oleh karena dihimbau kepada pihak SPPBE untuk mentera ulang timbangan elpijinya agar nantinya setiap elpiji 3 kilogram yang keluar dari SPPBE ini selalu sesuai dengan standar yang berlaku. (dra/why)
Rabu, 05 April 2017
GENDING – Kelangkaan stok elpiji 3 kilogram (kg) dan tidak terkontrolnya harga elpiji yang dibungkus tabung berwarna hijau tersebut kerap terjadi menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.
Hal ini menjadi perhatian khusus bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dengan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bahan Bakar Elpiji) PT. HPC di pinggir Jalan Raya Panglima Sudirman, Gending, Rabu (5/4/2017) siang.
Kunker yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto ini diikuti oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Happy dan Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Santoso. Kedatangannya diterima langsung oleh Wawan selaku Manager SPPBE PT. HPC.
Berdasarkan keterangan Wawan, bahwa kuota elpiji 3 kilogram untuk Kabupaten dan Kota Probolinggo masih sangat aman. Yakni sebesar 22 juta tabung per tahunnya. Sedangkan penyerapannya hanya mencapai 25 ton saja per hari sampai saat ini. “Masih ada kelebihan kuota untuk wilayah Kabupaten dan Kota Probolinggo,” katanya.
Dalam kesempatan ini Wawan juga menyampaikan beberapa permasalahan yang dikeluhkan para agen elpiji di lapangan terkait adanya variasi harga elpiji 3 kilogram, khususnya di pangkalan dan pengecer. “Kami mohon bantuan Pemkab Probolinggo sebagai unsur pengawasan dalam pendistribusian elpiji 3 kilogram ini,” imbuhnya.
Menjawab keluhan ini Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Santoso juga mengiyakan bahwa adanya variasi harga yang beragam untuk elpiji 3 kilogram yang ada di tengah masyarakat. “Ke depan kami akan melakukan sidak ke agen dan pangkalan elpiji ini. Jika ditemukan ada oknum yang nakal maka kami tidak akan segan-segan mengusulkan ke Pertamina untuk mencabut ijin usahanya,” tegasnya.
Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Happy menambahkan bahwa bulan ini akan diadakan tera timbangan di wilayah Kabupaten Probolinggo. Oleh karena dihimbau kepada pihak SPPBE untuk mentera ulang timbangan elpijinya agar nantinya setiap elpiji 3 kilogram yang keluar dari SPPBE ini selalu sesuai dengan standar yang berlaku. (dra/why)



COMMENTS