Penulis Wawan Bromo FM Jum'at, 07 April 2017 PROBOLINGGO - Sebanyak 170 pejabat eselon III, IV dan pejabat fungsional di lingkungan...
Jum'at, 07 April 2017
PROBOLINGGO - Sebanyak 170 pejabat eselon III, IV dan pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari SE di Pendopo Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/4/2017).
Mutasi ini dihadiri Wakil Bupati Probolinggo Drs HA. Timbul Prihanjoko, Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili, para staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah dan camat di lingkungan Pemkab Probolinggo. Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko beserta segenap pengurus.
Pejabat struktural yang dimutasi terdiri dari 23 orang pejabat eselon III dan 38 orang pejabat eselon IV. Di samping itu, dikukuhkan pula 109 orang pejabat fungsional.
Pada mutasi ini, sejumlah pejabat mengisi beberapa posisi. Seperti Taupik Alami sebagai Camat Wonomerto, Munaris sebagai Camat Tegalsiwalan, Oon Hartono sebagai Camat Pakuniran dan Andjar Noermala sebagai Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo.
Dalam sambutannya Bupati Tantri menyampaikan, bahwa sebuah mutasi merupakan hal yang sangat wajar dalam tubuh organisasi dimanapun. Kehilangan, kedatangan, perpindahan dan pergeseran menjadi hal yang positif.
“Pesan saya, dalam bekerja namanya sesempurna apapun pasti ada celah. Untuk menyempurnakan dan menutup kekurangan, wajib hukumnya bersinergi, berkoordinasi dan berkomunikasi,” katanya.
Oleh karena itu, Bupati Tantri meminta segenap perangkat daerah untuk menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik antara atasan dan bawahan serta perangkat daerah yang lain. Serta jalin komunikasi dengan segenap elemen masyarakat sehingga mampu menyelesaikan permasalahan dengan baik dan menjawab keinginan masyarakat.
“Kehadiran para PNS ini harus menjadi solusi di tengah permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Jangan sebaliknya, kehadirannya malah menjadi beban masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut Bupati Tantri menegaskan bahwa komunikasi dan sinergi wajib dilakukan oleh PNS dimanapun yang mampu menjawab amanah dengan baik. Mutasi ini merupakan sebuah tantangan baru untuk meraih prestasi.
“Pegang dan jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya sehingga tidak mengecewakan orang yang memberi amanah. Segera menyesuaikan dengan tempat yang baru. Jangan lama-lama, kalau satu tahun masih menyesuaikan diri itu namanya lemot dan lambat,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tantri juga menceritakan tentang pengabdian dari almarhum Sekretaris Daerah (Sekda) H Nawi yang meninggal dunia Minggu (2/4/2017) malam pukul 23.00.
“Pak Nawi adalah orang yang pekerja keras, semangat, profesional dan tawadhu’. Kita harus mampu meniru semangat dan akhlak beliau,” pungkasnya. (wan/wh


COMMENTS