Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 22 Maret 2017 SUMBERASIH - Sebagai upaya untuk mensinkronkan perencanaan program kerja dari masing-masing ...
Rabu, 22 Maret 2017
SUMBERASIH - Sebagai upaya untuk mensinkronkan perencanaan program kerja dari masing-masing perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam mendukung minapolitan, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) kelompok kerja (pokja) minapolitan, Rabu (23/3/2017) siang.
Rakor yang digelar di kediaman Ketua Kelompok Berkah Lakoh Desa Banjarsari Kecamatn Sumberasih Sipan ini dipimpin oleh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi selaku Sekretaris Pokja Minapolitan Kabupaten Probolinggo.
Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan pelaksanaan program minapolitan Kabupaten Probolinggo dipertajam dengan adanya program industrialisasi perikanan budidaya udang. Industrialisasi perikanan budidaya merupakan suatu proses perubahan sosial ekonomi dan budaya pelaku usaha budidaya melalui pendekatan industri yang dicirikan dengan modernisasi usaha perikanan budidaya.
“Pokja minapolitan ini merupakan gerakan bersama dari seluruh komponen perangkat daerah dan unsur lembaga masyarakat bersama-sama mewujudkan pengembangan pembangunan perikanan terpadu,” katanya.
Menurut Dedy, minapolitan ini merupakan perjalanan yang cukup panjang sejak tahun 2012 silam. Minapolitan ini merupakan sebuah program untuk membangkitkan kembali kejayaan udang.
“Tahun 1982, Kabupaten Probolimggo terkenal sebagai pusat perkembangan budidaya udang. Dengan minapolitan, tambak-tambak yang sebelumnya mati dan terbengkalai pelan-pelan bangkit,” jelasnya.
Sejak tahun 2012 hingga 2016 lalu jelas Dedy, setidaknya ada 29 perusahaan besar dan terkenal dalam melakukan budidaya udang vannamei. “Perusahaan-perusahaan ini telah mampu memproduksi udang dengan jumlah yang cukup banyak hingga ke luar negeri,” terangnya.
Dedy menegaskan, hingga saat ini tambak-tambak yang ada di Kabupaten Probolinggo sudah banyak yang memiliki sertifikat. Salah satunya ada sertifikat CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik). Hal ini didukung juga dengan sertifikat CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) bagi para Unit Pembenihan Rakyat (UPR).
“Masih banya PR (Pekerjaan Rumah) yang harus diselesaikan oleh Pokja Minapolitan. Mulai dari infrastruktur, sosial ekonomi masyarakat, pengembangan produk-produk yang ada di pelaku usaha, termasuk dukungan pengembangan packing produknya. Disamping juga mendukung kawasan wisata,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan diskusi. Seperti yang disampaikan oleh Kabag Administrasi Pembangunan Lulu’atul Fuadah. Menurutnya, pihaknya akan mendukung penuh program minapolitan sesuai dengan tupoksinya. Yakni hanya mengawasi pelaksanaan proyek pembangunannya.
Hal yang hampir sama disampaikan oleh Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Santoso. Dirinya menyampaikan akan mendorong program minapolitan ini sebagai penyambung kebijakan dari Bupati Probolinggo. Oleh karena itu pihaknya akan bersinergi dengan beberapa perangkat daerah bagaimana mengembangkan potensi untuk memajukan ekonomi masyarakat.
Sementara Andjar Noermala dari Disperindag banyak mengupas perannya dalam hal fasilitasi kemasan (packing) sekaligus penjualan produk secara online di e-commers. Disamping juga membantu dalam hal promosi produk yang dihasilkan.
Sedangkan Eduard Nahumury dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro banyak menyampaikan terkait dengan pembinaan usaha koperasi sekaligus akses permodalan yang dapat diperoleh oleh kelompok pembudidaya melalui Kredit Modal Kerja (KMK) maupun Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan. Dimana di instansi ini ada program pembangunan perumahan di kawasan kumuh di Kabupaten Probolinggo. Ke depan program ini akan disinkronkan dengan program minapolitan.
Sementara perwakilan dari Kecamatan Tongas, Sumberasih, Dringu, Gending, Pajarakan, Paiton dan Kraksaan banyak mengupas keluhan-keluhan yang disampaikan oleh nelayan baik dalam hal sarana dan prasaran infrastruktur jalan maupun dengan yang lainnya. Masukan yang disampaikan tersebut langsung ditanggapi oleh Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi. (wan/why)


COMMENTS