Penulis : Wawan Bromo FM Rabu, 15 Maret 2017 BANTARAN – Dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal terkait dokumen administrasi kepe...
Rabu, 15 Maret 2017
BANTARAN – Dalam rangka memberikan pelayanan yang maksimal terkait dokumen administrasi kependudukan masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispenduk Capil) Kabupaten Probolinggo memaksimalkan pelayanan keliling akte kelahiran dan akte kematian ke desa-desa di Kabupaten Probolinggo.
Rabu (15/3/2017), pelayanan jemput bola kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Gunung Tugel Kecamatan Bantaran. Dengan melibatkan perangkat desa dan petugas dari Kecamatan Bantaran, petugas pelayanan dokumen administrasi kependudukan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Pelayanan keliling untuk akte kelahiran dan akte kematian ini bertujuan untuk memperbanyak cakupan sekaligus memperlancar akses masyarakat yang mau mengurus dokumen administrasi kependudukannya,” kata Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Probolinggo Slamet Riyadi.
Menurut Slamet, program ini sejalan dengan amanah Undang-undang Administrasi Kependudukan dimana pemerintah harus aktif turun kepada masyarakat. “Disini kita menggugah dan melatih masyarakat untuk mendapatkan langsung pelayanan keliling akte kelahiran dan akte kematian. Setidaknya ini bisa mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan masyarakat,” tegasnya.
Dalam pelayanan ini, masyarakat menyambut dengan sangat antusias. Hal ini dibuktikan dengan capaian perolehan 129 berkas akte kelahiran dan 36 berkas perbarui KK.
“Sebab rata-rata KK yang ada di masyarakat masih ditandatangani oleh Camat. Sementara dalam aturan yang baru, KK ini harus ditandatangani oleh Kepala Dispenduk Capil,” jelasnya.
Melalui pelayanan keliling ini Slamet mengharapkan agar masyarakat merasa bahwa administrasi kependudukan, khususnya akte kelahiran sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari kepentingan perbankan, pemerintahan dan pendaftaran sekolah.
“Kalau saya amati, masyarakat merasa sangat terbantu dengan adanya pelayanan ini. Terutama bagi orang tua yang anak kecilnya mau daftar sekolah. Setidaknya kegiatan ini bisa melatih masyarakat untuk memahami tentang pentingnya dokumen kependudukan,” pungkasnya. (wan/why)


COMMENTS