Penulis : Hendra Trisianto Kamis, 09 Maret 2017 KRAKSAAN – Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersiap menghadapi ...
Kamis, 09 Maret 2017
KRAKSAAN – Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersiap menghadapi verifikasi Adipura 2016-2017 yang rencananya akan berlangsung antara bulan Maret dan April mendatang. Verifikasi ini merupakan penilaian lanjutan yang sebelumnya telah diadakan pantau I dan pantau II oleh tim penilai dari tingkat Provinsi Jawa Timur sejak Nopember 2016.
Sebagai wujud kesiapan tersebut, Kamis (9/3/2017) dilakukan rapat koordinasi (rakor) Adipura yang dipimpin oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Anung Widiarto didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo. Dimana rakor tersebut membahas verifikasi Adipura 2016-2017.
Sebelumnya, Kabupaten Probolinggo melalui Kota Kraksaan dengan kategori kota kecil berhasil meraih penghargaan Adipura tahun 2008, 2009, 2010, 2012, 2013 dan 2014. Sementara tahun 2015 meraih penghargaan sertifikat Adipura sebagai kota terbaik dalam pengelolaan Lingkungan Perkotaan untuk Kategori Kota Kecil. Sehingga tahun 2017, Pemkab Probolinggo bertekad kembali penghargaan Adipura tersebut.
Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo menjelaskan bahwa dengan semakin ketatnya kriteria penilaian dan samakin luasnya titik pantau dalam penilaian program Adipura maka kerja sama yang baik dalam Tim Adipura mutlak sangat diperlukan.
“Pembagian tugas harus sesuai dengan ranah kerja masing-masing perangkat yang sudah ditunjuk dalam rangka meningkatkan kualitas elemen penilaian yang sudah dimiliki dan menciptakan inovasi-inovasi baru sehingga mampu menambah poin penilaian,” katanya.
Rachmad menyebutkan bahwa kondisi lokasi pengelolaan sampah skala kota Semampir dan Kebonagung masih membutuhkan penanganan lebih lanjut. “Ada beberapa lokasi pantau yang harus kita perbaiki dan tingkatkan kualitasnya agar nilainya mampu mencapai nilai standar yang dibutuhkan dalam penilaian Adipura mendatang,” jelasnya.
Sementara Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto memberikan kiat-kiat, motivasi dan ide-ide yang dibutuhkan dalam program ini. Menurutnya dalam meraih penghargaan Adipura ini harus melibatkan semua elemen di lingkungan Pemkab Probolinggo, pihak swasta dan seluruh lapisan masyarakat.
“Libatkan semua sektor industrial yang ada di masing-masing wilayah untuk ikut berperan serta dalam program ini melalui koordinasi bersama perangkat daerah kita,” jelasnya.
Anung juga menambahkan bahwa diperlukan juga reward dan punisment kepada masyarakat untuk memberikan motivasi dan efek jera terkait dalam pengendalian lingkungan hidup, khususnya di areal pemukiman masyarakat.
Dalam kesempatan ini pula, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Probolinggo Sentot Triyadi Sugiharto memaparkan secara detail landasan dan konsep dasar Program Adipura Tahun 2016-2017 yang mengacu pada Permen LHK No. P.53/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2016 serta pembagian Kategori Adipura yang terdiri dari 4 Kategori adalah Adipura Buana, Adipura Kirana, Bhakti Adipura dan Adipura Paripurna.
“Insya Allah kami yakin dengan prestasi lain yang telah diperoleh Pemkab Probolinggo seperti pengelolaan keuangan WTP, pengelolaan TPA dan bank sampah yang telah kita miliki dengan baik, kita mampu meraih kembali penghargaan Adipura ini,” ungkapnya. (dra/why)


COMMENTS