Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 02/03/2017 BANYUANYAR – Tidak kunjung turunnya harga cabai lokal, membuat konsumen memilih untuk memb...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 02/03/2017
BANYUANYAR – Tidak kunjung turunnya harga cabai lokal, membuat konsumen memilih untuk membeli cabai dengan harga lebih rendah. Selain cabai India yang saat ini beredar di pasaran, juga ada cabai cacar. Harganya di tingkat petani mencapai Rp 15 ribu – Rp 20 ribu per kilogram.Di pasar, harga cabai cacar bisa lebih tinggi. Yaitu, Rp 40 ribu–Rp 50 ribu per kilogram. Bandingkan dengan harga cabai biasa di pasar yang masih di angka Rp 130 ribu-Rp 140 ribu per kilogram. Ahmad Chosain, petani cabai di Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar menuturkan, cabai cacar sebenarnya cabai biasa.
Namun, karena intensitas hujan yang tinggi, membuat kulit cabai berbintik hitam. Meski demikian, bagian dalamnya tidak rusak. “Hanya kulit luarnya yang berbintik hitam. Bagian dalamnya tidak busuk,” terangnya.
Mad menyebut, tidak ada obat pertanian yang bisa menghilangkan cacar atau bintik hitam pada cabai. Sebab, bintik hitam itu bukan disebabkan penyakit. Melainkan, karena cuaca ekstrem. Akibat lainnya, yaitu hujan membuat tanaman cabai lebih cepat mati.
Jika tahun lalu tanaman cabai bisa bertahan sampai bulan April. Namun, kini karena hujan, hanya bisa bertahan sampai akhir Februari kemarin. Konsumen sendiri, tidak masalah membeli cabai cacar. Sebab, harganya lebih murah. Kebanyakan, pembeli cabai cacar adalah pedagang yang membutuhkan cabai. (maz/trn)


COMMENTS