Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 14 Maret 2017 DRINGU – Aksi pelaku begal pada Minggu (12/3/2017) malam merajalela. Selain dua tempat kej...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 14 Maret 2017
DRINGU – Aksi pelaku begal pada Minggu (12/3/2017) malam merajalela. Selain dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, dan jalan Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, ternyata aksi serupa terjadi di Jalan Dusun Kaliamas, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu.
Aksi begal yang terjadi di Desa Kalirejo, korbannya adalah Muhammad Syaiful Rizal, 20, warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Alhasil. Korban harus merelakan motor Honda Vario Nopol N 6906 SD miliknya.
Beruntung, meski pelaku sempat mengayunkan celurit ke tangan korban, namun Rizal tidak mengalami luka. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian begal itu terjadi sekitar pukul 20.15.
Saat itu, korban Rizal mengendarai sepeda motor sendirian dari arah utara ke selatan. Tiba- tiba, ada dua sepeda motor yang dikendarai empat pelaku langsung mepet korban Rizal. Bahkan, salah satu pelaku sempat membacok lengan kanan korban, dan langsung terjatuh ke kiri.
Rizal mengaku awalnya tak merasa curiga. Pasalnya, korban yang juga seorang guru MTs itu sudah biasa lewat di jalan tersebut. Namun, saat melintas di jalan dekat SD Negeri Kalirejo, tiba-tiba muncul sejumlah motor yang memepet dirinya.
Saat itu, pelaku menyalip dirinya secara mendadak dan berada sejajar dengan laju sepedanya. Tanpa basa-basi, pelaku yang dibonceng pemotor disampingnya itu, langsung mengayunkan celurit dan mengenai tangan kanannya.
“Saya terjatuh, tapi langsung mencabut kunci sepeda motor saya. Kemudian, saya membuang kunci motor saya itu ke semak-semak di sekitar lokasi. Saya tidak tahu arah mana itu dah,” kata korban yang juga tercatat sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) itu.
Karena mengetahui pelaku membawa senjata tajam (sajam), Rizal yang menjadi guru MTs swasta di Leces itu langsung melarikan diri. Kebetulan, tidak jauh dari lokasi kejadian, ada gang pemukiman rumah warga. Namun, saat itu, kondisi di luar jalan sepi karena habis hujan.
“Karena tidak ada warga di luar, jadi saya minta tolong teman- teman via telepon. Tapi, setelah teman saya datang, saya langsung mengetuk rumah warga dan minta bantuan,” terangnya.
Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan masuk ke Polsek Dringu, soal kejadian pencurian dengan kekerasan (curas). “Polsek tengah menyelidiki laporan pencurian dengan kekerasan itu,” terangnya. (maz/ast)
Selasa, 14 Maret 2017
DRINGU – Aksi pelaku begal pada Minggu (12/3/2017) malam merajalela. Selain dua tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, dan jalan Desa Wringin Anom, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, ternyata aksi serupa terjadi di Jalan Dusun Kaliamas, Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu.
Aksi begal yang terjadi di Desa Kalirejo, korbannya adalah Muhammad Syaiful Rizal, 20, warga Desa Clarak, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Alhasil. Korban harus merelakan motor Honda Vario Nopol N 6906 SD miliknya.
Beruntung, meski pelaku sempat mengayunkan celurit ke tangan korban, namun Rizal tidak mengalami luka. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kejadian begal itu terjadi sekitar pukul 20.15.
Saat itu, korban Rizal mengendarai sepeda motor sendirian dari arah utara ke selatan. Tiba- tiba, ada dua sepeda motor yang dikendarai empat pelaku langsung mepet korban Rizal. Bahkan, salah satu pelaku sempat membacok lengan kanan korban, dan langsung terjatuh ke kiri.
Rizal mengaku awalnya tak merasa curiga. Pasalnya, korban yang juga seorang guru MTs itu sudah biasa lewat di jalan tersebut. Namun, saat melintas di jalan dekat SD Negeri Kalirejo, tiba-tiba muncul sejumlah motor yang memepet dirinya.
Saat itu, pelaku menyalip dirinya secara mendadak dan berada sejajar dengan laju sepedanya. Tanpa basa-basi, pelaku yang dibonceng pemotor disampingnya itu, langsung mengayunkan celurit dan mengenai tangan kanannya.
“Saya terjatuh, tapi langsung mencabut kunci sepeda motor saya. Kemudian, saya membuang kunci motor saya itu ke semak-semak di sekitar lokasi. Saya tidak tahu arah mana itu dah,” kata korban yang juga tercatat sebagai anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) itu.
Karena mengetahui pelaku membawa senjata tajam (sajam), Rizal yang menjadi guru MTs swasta di Leces itu langsung melarikan diri. Kebetulan, tidak jauh dari lokasi kejadian, ada gang pemukiman rumah warga. Namun, saat itu, kondisi di luar jalan sepi karena habis hujan.
“Karena tidak ada warga di luar, jadi saya minta tolong teman- teman via telepon. Tapi, setelah teman saya datang, saya langsung mengetuk rumah warga dan minta bantuan,” terangnya.
Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan masuk ke Polsek Dringu, soal kejadian pencurian dengan kekerasan (curas). “Polsek tengah menyelidiki laporan pencurian dengan kekerasan itu,” terangnya. (maz/ast)



COMMENTS