Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 11 Maret 2017 TONGAS – Untuk mengantisipasi maraknya isu jajanan sekolah yang mengandung bahan ps...
Sabtu, 11 Maret 2017
TONGAS – Untuk mengantisipasi maraknya isu jajanan sekolah yang mengandung bahan psikotropika, Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Kecamatan Tongas melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap para penjual makanan yang ada di sekitar sekolah, Jum’at (10/3/2017).
Sidak yang dipimpin oleh Kepala Cabang Dispendik Kecamatan Tongas Rina Damayanti ini melibatkan para Pengawas SD dan Satpol PP Kecamatan Tongas. Sidak sendiri dilakukan untuk menindaklanjuti himbauan dari Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina untuk melaksanakan operasi atau sidak terhadap penjual makanan di sekolah-sekolah.
“Kali ini sidak hanya dilakukan di 5 (lima) lembaga pendidikan. Insya Allah minggu depan akan berlanjut dengan menggandeng petugas kesehatan dari Puskesmas Tongas maupun Puskesmas Curah Tulis,” kata Kepala Cabang Dispendik Kecamatan Tongas Rina Damayanti.
Menurut Rina, sidak ini bertujuan untuk melihat dari dekat jajanan yang ada di sekolah baik dari segi kebersihan, keamanan dan kesehatan. Sekaligus menghimbau kepada para pedagang makanan di lingkungan sekolah untuk turut menjaga makanan apa yang dijual kepada anak-anak sekolah.
“Hal ini penting agar supaya tidak menjual sesuatu hal yang sekiranya kurang menyehatkan dan mengandung bahan-bahan yang berbahaya jika dikonsumsi secara terus menerus, seperti misal pewarna dan pengawet makanan,” ujarnya.
Dengan adanya sidak ini Rina mengharapkan agar ke depan semuanya bertanggung jawab atas masa depan anak-anak. “Mari dijaga mulai sekarang, tentunya membutuhkan kerjasama yang baik dari semua pihak, agar supaya tercipta lingkungan pendidikan yang bebas narkoba dan obat psikotropika lainnya. Dalam hal ini, pihak sekolah senantiasa turut mengawasi siswa-siswinya,” tegasnya.
Dalam sidak kali ini, petugas tidak menemukan adanya jajanan yang disinyalir mengandung narkoba dan bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan. “Kegiatan semacam ini akan terus kami lakukan demi menjamin jajajan sekolah yang aman untuk dikonsumsi oleh siswa dan siswi sekolah,” pungkasnya. (wan/why)


COMMENTS