Penulis : Wawan Bromo FM Kamis, 16 Maret 2017 PAJARAKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan (Diskan) beke...
Kamis, 16 Maret 2017
PAJARAKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perikanan (Diskan) bekerja sama dengan Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Juanda melakukan monitoring hama penyakit ikan, Rabu (15/3/2017).
Monitoring ini dilakukan pada perusahaan tambak yang disampling meliputi PT Permata Citra Nusa di Desa Gejugan Kecamatan Pajarakan dan PT Tirta Mutiara Makmur di Desa Bhinor Kecamatan Paiton.
“Monitoring ini dilakukan untuk mengidentifikasikan keberadaan penyakit baru parasit EHP (Enterocytozoon Hepato Penaei) yang menyerang udang Vannamei. Dimana tujuannya untuk mengantisipasi penyakit itu di Kabupaten Probolinggo,” kata Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono.
Menurut Ipung, demikian panggilan akrabnya, penyakit parasit EHP ini sudah menyebar di India tahun 2015. Penyakit ini menyebabkan kematian pada udang. “Kegiatan ini merupakan bentuk antisipasi penyebaran penyakit EHP di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Penyakit EHP ini jelas Ipung menyebabkan pertumbuhan udang terhambat sehingga produksinya bisa menurun. Penyakit ini menyerang pencernaan sehingga pertumbuhannya lambat. “Konsumsi pakannya tetap, hanya saja udangnya tidak mau besar,” terangnya.
Untuk menanggulangi penyakit ini jelas Ipung, maka petambak harus memperbaiki lingkungan budidaya dengan menjaga kualitas air budidaya agar pertumbuhan udang optimal.
“Monitoring hama penyakit ini kita lakukan rutin dengan tujuan untuk mencegah kerugian yang lebih besar pada pembudidaya, sehingga gejala awal penyakit termonitor lebih dahulu. Karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati,” pungkasnya. (wan/fie)


COMMENTS