Penulis : Wawan Bromo FM Jum'at, 10 Maret 2017 KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Di...
Jum'at, 10 Maret 2017
KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memberikan pembinaan kader kesehatan lingkungan pondok pesantren. Pembinaan ini diikuti oleh 150 orang santri dari 6 (enam) pondok pesantren di Kabupaten Probolinggo.
Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Dinkes Kabupaten Probolinggo Sumaryanto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan higiene sanitasi pondok pesantren melalui kader kesehatan lingkungan di pondok pesantren.
“Selain itu, meningkatkan tanggung jawab santri untuk menjaga personal higiene, meningkatkan gerakan total sanitasi di pondok pesantren dan meningkatkan derajat kesehatan santri di pondok pesantren,” katanya.
Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono mengungkapkan bahwa pesantren merupakan suatu tempat yang tersedia untuk para santri dalam menerima pelajaran-pelajaran agama Islam sekaligus tempat berkumpul dan tempat tinggalnya.
“Dalam komunitas pesantren yang menampung banyak santri perlu mendapatkan perhatian tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Namun dalam hal kondisi kadang lingkungan pondok pesantren masih belum optimal menerapkan hygiene sanitasi untuk mendukung perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.
Menurut Shodiq, kondisi lingkungan dan perilaku yang tidak sehat seharusnya bisa ditanggulangi dengan baik melalui prinsip kebersihan adalah sebagian dari iman untuk menunjang pola hidup yang sehat. “Dalam hal menjaga kebersihan diri santri untuk mandi, cuci dan keperluan lain di pondok pesantren pada umumnya menggunakan fasilitas secara bersama-sama,” jelasnya.
Lebih lanjut Shodiq menegaskan bahwa penyakit yang sering ditemukan di lingkungan pondok pesantren dikarenakan anak pesantren gemar sekali bertukar atau pinjam-meminjam pakaian, handuk, sarung bahkan bantal, guling dan kasurnya kepada sesamanya adalah scabies.
“Scabies adalah penyakit zoonosis yang menyerang kulit, mudah menular dari manusia ke manusia, dapat mengenai semua ras dan golongan yang disebabkan oleh tungau Sarcoptesscabiei,” terangnya.
Lebih lanjut Shodiq menambahkan bahwa populasi dalam lingkungan pondok pesantren sangat memungkinkan terjadinya penularan penyakit scabies kepada orang lain apabila para santri dan pengelolanya tidak sadar akan pentingnya menjaga kebersihan, baik kebersihan lingkungan maupun personal hygiene.
“Sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi penyebaran penyakit scabies adalah dengan cara memberikan penyuluhan dan pembinaan kesehatan tentang penyakit scabies kepada kader kesehatan di lingkungan pondok pesantren. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut, individu atau masyarakat di pondok pesantren memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik,” pungkasnya. (wan/why)


COMMENTS