Penulis : Wawan Bromo FM Jum'at, 31 Maret 2017 KRAKSAAN - Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Amin...
Jum'at, 31 Maret 2017
KRAKSAAN - Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si menyampaikan bahwa dalam rangka menjawab tantangan organisasi NU dan dinamika perkembangan zaman, Banser sebagai kader penggerak dan satuan pengaman dari program Gerakan Pemuda (GP) Ansor harus merubah mindset dan performancenya yang selama ini dianggap kurang memilii nilai tawar.
Hal tersebut disampakan oleh H. Hasan Aminuddin ketika memberikan materi kepemimpinan dan enterpreneur dalam kegiatan kursus pelatih (Suspelat) I Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Jawa Timur di aula Pondok Pesantren Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan, Jumat (31/3/2017) sore
Kegiatan yang diikuti oleh 70 peserta perwakilan dari Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser se Jawa Timur ini mengambil tema “”Rapatkan Barisan Demi Terciptanya Indonesia Aman dan Sejahtera”.
Menurut Hasan, melihat fungsi dari Banser sebagai benteng ulama’ dan NKRI, Banser yang selalu menjadi garda terdepan disetiap gerak langkah GP Ansor bersama jam’iyah NU harus mampu menjalankan fungsinya secara profesional sesuai dengan pelatihan dan pendidikan yang sudah didapatnya. “Jangan mau dijadikan alat oleh orang lain dalam urusan diluar prinsip NU, khususnya untuk kepentingan politik,” tegasnya.
Hasan juga menekankan pentingnya kedisiplinan, yang merupakan syarat utama untuk mencapai suatu keberhasilan di organisasi apapun, khususnya dalam keorganisasian Banser. Dimana tugas pokok dan fungsinya adalah untuk menjaga Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.
“Atribut dan seragam kalian sudah menyerupai seorang TNI, maka sifat, sikap dan perbuatan kalian harus seperti seorang TNI,” pungkasnya. (dra/why)


COMMENTS