Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 22 Maret 2017 LUMBANG – Pemkab Probolinggo bergerak cepat menangani bencana longsor yang terjadi di jala...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 22 Maret 2017
Rabu, 22 Maret 2017
LUMBANG – Pemkab Probolinggo bergerak cepat menangani bencana longsor yang terjadi di jalan Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Senin (20/3/2017) lalu. Selasa (21/3/2017), Pemkab menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsoran yang ketebalannya mencapai 3 meter.
Namun, alat berat jenis buldoser yang diterjunkan, belum mampu membersihkan material longsoran tersebut. Rencananya, pemkab akan menerjunkan ekskavator agar material longsoran bisa dibersihkan.
Camat Lumbang Bambang Heriwahjudi mengatakan, longsor yang terjadi di jalur menuju wisata air terjun Madakaripura, Kecamatan Lumbang, itu cukup panjang dan tebal.
Selain itu, banyak batu ukuran besar yang ikut longsor. Sehingga, dibutuhkan ekskavator untuk membersihkan jalur itu dari tanah dan batu longsor. “Tadi sudah diturunkan alat berat buldoser. Tapi, ternyata tidak mampu karena longsor begitu tebal. Jadi, harus diturunkan alat berat ekskavator,” katanya.
Selama proses pembersihan longsor belum selesai, jalur menuju wisata Madakaripura tidak bisa dijangkau. “Kalau cuaca memungkinkan, kami terus bergerak membersihkan longsoran itu. Tapi, kalau turun hujan atau cuaca mendung gelap. Kami hentikan proses pembersihan longsor. Karena kami tidak ingin ada korban akibat longsor susulan,” ungkapnya.
Selain menyebabkan akses menuju jalur wisata air terjun Madakaripura putus, dampak lain dari longsor tersebut, yaitu jebolnya pipa air bersih dari sumber mata air Madakaripura ke dua desa. Yaitu, Desa Branggah dengan 1.000 kepala keluarga (KK) dan Desa Negerorejo dengan 700 KK.
Diperkirakan, ribuan KK di dua desa itu pun akan kesulitan air bersih. Sebab, air bersih dari pipa tersebut merupakan sumber mata air utama warga dua desa. Karenanya, sambil menunggu perbaikan pipa air bersih, warga mencari air bersih dari desa terdekat yakni Lumbang atau sumber air lainnya.
“Selama longsor itu belum dibersihkan, perbaikan pipa air bersih tidak bisa dilakukan. Tapi, kami sudah sampaikan ke BPBD terkait dampak bencana longsor ini,” terangnya.
Sementara Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Prijono mengatakan, pihaknya sudah menurunkan alat berat buldoser untuk membantuk proses pembersihan longsor. Tetapi, jika ternyata harus menurunkan ekskavator, maka pihaknya akan menyiapkan.
“Kami langsung siapkan ekskavatornya kalau memang dibutuhkan. Mungkin besok sudah bisa dipakai,” tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, bencana longsor kembali terjadi di jalan menuju tempat wisata Air Terjun Madakaripura. Akibatnya, tiga motor penjaga loket Air Terjun Madakaripura tertimbun longsor.
Lokasi longsor ini tidak jauh dari longsoran dua bulan lalu. Longsor kali ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Bencana ini menutup jalan sepanjang 300 meter dengan tinggi material longsor sekitar 3 meter. Syukur, tidak ada korban jiwa dalam bencana ini.
Pihak BPBD Kabupaten Probolinggo langsung berkoordinasi dengan Koramil, Polisi Hutan, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa. Mereka melakukan identifikasi dan evakuasi. Pertama, mencari 3 motor milik penjaga loket wisata yang tertimbun longsor. (maz/trn)



COMMENTS