Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 14 Maret 2017 KRAKSAAN – Dalam rangka mengevaluasi kesiapan siswa menghadapi Ujian Nasional Berbasis Kom...
Selasa, 14 Maret 2017
KRAKSAAN – Dalam rangka mengevaluasi kesiapan siswa menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo menggelar try out UNBK, Selasa (14/3/2017).
Try out dengan menerapkan sistem CBT (Computer Based Test) untuk siswa jenjang SMP negeri/swasta ini diikuti oleh 281 siswa se-Kabupaten Probolinggo. Perwakilan 10 Sub Rayon se-Kabupaten Probolinggo ini disebar di 5 (lima) titik meliputi SMPN 1 Dringu, SMPN 1 Pajarakan, SMPN 1 Kraksaan, SMPN 2 Kraksaan dan SMPN 1 Paiton.
Dalam try out tersebut, panitia memberikan durasi waktu selama 120 menit untuk 4 mata pelajaran (mapel). Yakni, IPA, Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Masing-masing mapel, panitia memberikan 15 soal CBT. Sebelum memulai mengerjakan soal CBT, mereka terlebih dahulu melakukan proses login dengan cara memasukkan username dan password. Dua kata kunci itu, disiapkan di meja masing-masing peserta.
“Total siswa SMP negeri dan swasta yang akan mengikuti UNBK tahun ini mencapai 2.537 orang dari 31 lembaga. Hanya saja untuk try out ini kami mengambil 281 orang saja yang diharapkan nantinya mampu menularkan ilmunya kepada teman-temannya,” kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dispendik Kabupaten Probolinggo Priyo Siswoyo.
Menurut Priyo, try out CBT ini dilaksanakan sebagai upaya mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian berbasis komputer yang akan terus meningkat jumlahnya setiap tahun. “Tahun ini ditarget 30% dari total peserta ujian. Untuk tahun depan targetnya meningkat menjadi 50%,” jelasnya.
Dengan adanya try out CBT ini jelas Priyo, maka nantinya siswa akan membiasakan diri ujian berbasis komputer sekaligus memiliki pengalaman. Hasil ujian sendiri dapat cepat dievaluasi dan dinilai. “Bagi siswa tentu lebih mudah dan bagi sekolah lebih efisien,” tegasnya.
Melalui try out CBT ini Priyo mengharapkan siswa dan siswi yang menjadi perwakilan sekolah memiliki pengalaman mengerjakan ujian berbasis komputer. “Diharapkan peserta bisa menginformasikan kepada guru dan teman-temannya bahwa ke depan ujian kertas dan pensil akan berubah ke komputer. Karena sistem komputer lebih efisien dan lebih mudah serta lebih akurat hasilnya,” pungkasnya.
Sementara Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menegaskan bahwa try out tersebut merupakan salah satu persiapan dalam menghadapi UNBK jenjang SMP tahun pelajaran 2016-2017. Meski tidak semua SMP melaksanakan UNBK. Namun, dengan adanya try out dengan sistem CBT itu, bagi siswa yang sekolahnya belum bisa melaksanakan UNBK bisa menjadi pengalaman yang berharga.
“Meski tahun ini sekolahnya belum bisa melaksanakan UNBK, minimal siswa tersebut bisa mencoba dan melaksanakan ujian dengan sistem CBT dalam try out ini,” ujarnya. (wan/why)


COMMENTS