Penulis : Dimaz Bromo FM Minggu, 19/02/2017 SUKAPURA – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Minggu, 19/02/2017
SUKAPURA – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera), menggelontorkan anggaran Rp 7.545.000.00 untuk merehab 503 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan wisata Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Rehab ini dimaksudkan untuk menunjang kawasan wisata Bromo. Cakupannya mulai Kecamatan Sukapura, Sumber dan Krucil. Hal itu diungkapkan Kabid Perumahan pada Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputro.
Bantuan anggaran RTLH ini bersumber dari APBN. Dengan anggaran tersebut, maka setiap rumah akan mendapat jatah Rp 15 juta. “Pemerintah pusat menggelontorkan bantuan rehab di kawasan 10 destinasi wisata nasional. Salah satunya adalah Gunung Bromo. Kawasan wisata nasional ini diprioritaskan agar benar-benar menarik kunjungan wisatawan. Salah satunya pengelolaan melalui badan independen,” terangnya.
Menurut Hengki, pengembangan wisata nasional tidak hanya terfokus pada wisatanya saja. Namun, juga harus diimbangi dengan pengembangan lingkungan masyarakat di sekitar kawasan wisata. Sama seperti perbaikan infrastruktur menuju kawasan wisata.
“Termasuk jika ada kawasan kumuh harus dilakukan perbaikan. Termasuk membenahi rumah warga di kawasan tersebut. Maka dari itu, pemerintah pusat menganggarkan melalui APBN yang disalurkan kepada daerah dalam wujud program RTLH,” ujarnya.
Menurut Hengki, anggaran Rp 15 juta tersebut, termasuk kategori rumah yang mengalami kerusakan berat. “Baik karena kerusakan struktur maupun non struktur,” ujarnya. Nantinya, anggaran Rp 15 juta itu akan diberikan dalam bentuk bahan, bukan uang cash. Bagaimana dengan kebutuhan anggaran untuk tukang?
“Bisa dilakukan swadaya masyarakat,” imbuhnya. Karena anggaran belasan juta itu tidak termasuk biaya tukang atau pekerja bangunan. Dengan adanya perbaikan rumah warga di kawasan destinasi wisata nasional, diharapkan bisa mendukung pengembangan kawasan wisata. Wisatawan yang berkunjung bisa merasa nyaman dengan kondisi lingkungan di tempat wisata. (maz/trn)


COMMENTS