Penulis : Dimas Bromo FM Minggu, 05 Februari 2017 KRAKSAAN – Memasuki hari ke-3, Efendi, 23, nelayan asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraks...
Penulis : Dimas Bromo FM
Minggu, 05 Februari 2017
KRAKSAAN – Memasuki hari ke-3, Efendi, 23, nelayan asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang hilang diperairan Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, belum ditemukan. Pihak keluarga berharap, pencarian terus dilakukan sampai korban di temukan.
Nur Hasanah, 20, istri korban berharap, pencarian terus dilakukan sampai Efendi ditemukan. Sebab, ia mengaku selalu sedih dan tak tahan menahan tangis ketika anaknya Sahrul Romadhan, memanggil-manggil korban. Apalagi, anaknya baru berusia 3,5 tahun.
“Jika suami saya tidak ditemukan, saya minta kapal milik Haji Bahran yang karam itu jangan diangkat. Saya tidak mau terus menerus sedih, apalagi anak saya,” ujarnya. Mertua korban, Padri mengaku masih yakin menantunya itu masih hidup. Karenanya, dirinya beserta keluarga akan terus mencarinya.
“Saya yakin anak saya masih hidup. Untuk itu, saya bersama keluarga akan terus melakukan pencarian. Saya akan yakin anak saya meninggal, jika saya melihat dengan mata kepala saya sendiri,” ujarnya.
Sedangkan, paman korban, Tosan, 37, ikut Tim SAR mencari korban di perairan Situbondo, Sabtu (4/2/2017). Menurutnya, pencarian dilanjutkan pukul 08.00 WIB. Karena ombak dan angin kencang pencarian dihentikan sekitar pukul 11.00 WIB. “
Saya tadi ikut mencari Fen (sapaan akrap Efendi). Namun, karena ombak dan angin kencang, pencarian dihentikan, karena perahu yang digunakan tim SAR hanya perahu karet,” ujarnya.
Menurut Tosan, sesuai yang disampaikan tim SAR Situbondo, pencarian terhadap korban akan dilakukan sampai tujuh hari dari kejadian. Sebab, semua itu mengacu pada standart operasional prosedur (SOP). “Sesuai pendapat tim SAR, pencarian akan dilakukan selama 7 hari. Itu sesuai SOP yang berlaku,” ujarnya.
Diketahui, Rabu (1/2/2017) sekitar pukul 14.00 WIB, Effendi bersama 14 rekannya berangkat mencari ikan dari Pelabuhan Kalibuntu. Petaka terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, angin kencang disertai ombak tinggi sekitar 4 meter, menghantam kapalnya.
Tak lama kemudian, kapal yang di tumpanginya karam. Saat itu, 9 dari 15 penumpang menyelamatkan diri dengan memegangi bangkrak kapal. Yang lain ada yang mengapung menggunakan jeriken dan bambu. Kamis (2/2/2017), sekitar pukul 03.00 WIB, ada KM Mampu 3 milik warga Situbondo melintas. Tapi, seorang lainnya dinyatakan hilang. Yakni, Effendi. (maz/why)
Minggu, 05 Februari 2017
KRAKSAAN – Memasuki hari ke-3, Efendi, 23, nelayan asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, yang hilang diperairan Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, belum ditemukan. Pihak keluarga berharap, pencarian terus dilakukan sampai korban di temukan.
Nur Hasanah, 20, istri korban berharap, pencarian terus dilakukan sampai Efendi ditemukan. Sebab, ia mengaku selalu sedih dan tak tahan menahan tangis ketika anaknya Sahrul Romadhan, memanggil-manggil korban. Apalagi, anaknya baru berusia 3,5 tahun.
“Jika suami saya tidak ditemukan, saya minta kapal milik Haji Bahran yang karam itu jangan diangkat. Saya tidak mau terus menerus sedih, apalagi anak saya,” ujarnya. Mertua korban, Padri mengaku masih yakin menantunya itu masih hidup. Karenanya, dirinya beserta keluarga akan terus mencarinya.
“Saya yakin anak saya masih hidup. Untuk itu, saya bersama keluarga akan terus melakukan pencarian. Saya akan yakin anak saya meninggal, jika saya melihat dengan mata kepala saya sendiri,” ujarnya.
Sedangkan, paman korban, Tosan, 37, ikut Tim SAR mencari korban di perairan Situbondo, Sabtu (4/2/2017). Menurutnya, pencarian dilanjutkan pukul 08.00 WIB. Karena ombak dan angin kencang pencarian dihentikan sekitar pukul 11.00 WIB. “
Saya tadi ikut mencari Fen (sapaan akrap Efendi). Namun, karena ombak dan angin kencang, pencarian dihentikan, karena perahu yang digunakan tim SAR hanya perahu karet,” ujarnya.
Menurut Tosan, sesuai yang disampaikan tim SAR Situbondo, pencarian terhadap korban akan dilakukan sampai tujuh hari dari kejadian. Sebab, semua itu mengacu pada standart operasional prosedur (SOP). “Sesuai pendapat tim SAR, pencarian akan dilakukan selama 7 hari. Itu sesuai SOP yang berlaku,” ujarnya.
Diketahui, Rabu (1/2/2017) sekitar pukul 14.00 WIB, Effendi bersama 14 rekannya berangkat mencari ikan dari Pelabuhan Kalibuntu. Petaka terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, angin kencang disertai ombak tinggi sekitar 4 meter, menghantam kapalnya.
Tak lama kemudian, kapal yang di tumpanginya karam. Saat itu, 9 dari 15 penumpang menyelamatkan diri dengan memegangi bangkrak kapal. Yang lain ada yang mengapung menggunakan jeriken dan bambu. Kamis (2/2/2017), sekitar pukul 03.00 WIB, ada KM Mampu 3 milik warga Situbondo melintas. Tapi, seorang lainnya dinyatakan hilang. Yakni, Effendi. (maz/why)



COMMENTS