Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 25 Februari 2017 GADING – Hujan deras yang mengguyur Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 25 Februari 2017
GADING – Hujan deras yang mengguyur Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Kamis (23/2/2017) memicu terjadinya bencana longsor. Tanah tebing dari Hutan Rimba Campur di Dusun Rabunan, mengalami longsor. Akibatnya, jalan penghubung antar dua dusun terputus.
Kepala Desa Batur Nurdin saat dikonfirmasi mengatakan, longsor terjadi usai hujan deras mengguyur Desa Batur sejak pukul 15.00. Intensitas curah hujan yang tinggi itu menggerus tanah tebing di Hutan Rimba Campur di Dusun Rabunan.
Sekitar pukul 17.00, tanah tebing di kawasan setempat mulai mengalami longsor. Longsoran tanah tebing ini menutupi jalan desa di RT 5/RW 3 Dusun Rabunan, sepanjang 100 meter. Selain itu, material longsor juga membuat saluran irigasi sawah warga sepanjang 10 meter tertutup tanah. Syukur, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa ini. Namun, longsoran tanah membuat jalan dan irigasi yang berada di bawah tebing tertutup tanah material longsor,” katanya.
Nurdin menjelaskan, saluran irigasi sudah bisa digunakan setelah warga menggelar kerja bakti selama 4 jam. Mulai pukul 07.00-11.00. Namun, untuk jalan desa setempat sampai kemarin masih terputus. Jalan itu cukup penting. Sebab, menghubungkan antara Dusun Krajan dengan Dusun Rabunan.
Lantaran jalan desa setempat lumpuh, warga dari dua dusun itu pun harus menempuh jarak lebih jauh. Sekitar 500 meter. Itu pun tak bisa dilintasi kendaraan roda empat. Sebab, ruas jalan alternatif itu memutar lewat jalan setapak di sisi utara longsoran. Baik itu dari Dusun Rabunan ke Dusun Krajan ataupun sebaliknya.
Nurdin menyebutkan, untuk membersihkan material longsor sendiri membutuhkan waktu tak sebentar. Dari estimasinya, butuh waktu sekitar semingguan. “Lantaran itu, kami punya rencana untuk memasang bambu sepanjang 100 meter sebagai akses jalan. Sehingga, jalan bisa dilewati dan penduduk tidak perlu memutar,” jelas Nurdin.
Terpisah, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sentul Muhammad Rifai menerangkan, longsor terjadi karena derasnya air hujan yang turun. Sementara, tanah di hutan setempat adalah tanah paras atau tanah yang penuh dengan bebatuan, sehingga mudah mengalami longsor.
“Kalau hutannya termasuk hutan normal. Jadi, dugaan penyebab longsor disebabkan oleh jenis tanahnya yang mudah tergerus air hujan,” terangnya.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, pihaknya sudah dapat laporan atas adanya longsor tersebut. BPBD juga telah menurunkan tim ke lokasi longsor. (maz/trn)
Sabtu, 25 Februari 2017
GADING – Hujan deras yang mengguyur Desa Batur, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Kamis (23/2/2017) memicu terjadinya bencana longsor. Tanah tebing dari Hutan Rimba Campur di Dusun Rabunan, mengalami longsor. Akibatnya, jalan penghubung antar dua dusun terputus.
Kepala Desa Batur Nurdin saat dikonfirmasi mengatakan, longsor terjadi usai hujan deras mengguyur Desa Batur sejak pukul 15.00. Intensitas curah hujan yang tinggi itu menggerus tanah tebing di Hutan Rimba Campur di Dusun Rabunan.
Sekitar pukul 17.00, tanah tebing di kawasan setempat mulai mengalami longsor. Longsoran tanah tebing ini menutupi jalan desa di RT 5/RW 3 Dusun Rabunan, sepanjang 100 meter. Selain itu, material longsor juga membuat saluran irigasi sawah warga sepanjang 10 meter tertutup tanah. Syukur, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
“Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam peristiwa ini. Namun, longsoran tanah membuat jalan dan irigasi yang berada di bawah tebing tertutup tanah material longsor,” katanya.
Nurdin menjelaskan, saluran irigasi sudah bisa digunakan setelah warga menggelar kerja bakti selama 4 jam. Mulai pukul 07.00-11.00. Namun, untuk jalan desa setempat sampai kemarin masih terputus. Jalan itu cukup penting. Sebab, menghubungkan antara Dusun Krajan dengan Dusun Rabunan.
Lantaran jalan desa setempat lumpuh, warga dari dua dusun itu pun harus menempuh jarak lebih jauh. Sekitar 500 meter. Itu pun tak bisa dilintasi kendaraan roda empat. Sebab, ruas jalan alternatif itu memutar lewat jalan setapak di sisi utara longsoran. Baik itu dari Dusun Rabunan ke Dusun Krajan ataupun sebaliknya.
Nurdin menyebutkan, untuk membersihkan material longsor sendiri membutuhkan waktu tak sebentar. Dari estimasinya, butuh waktu sekitar semingguan. “Lantaran itu, kami punya rencana untuk memasang bambu sepanjang 100 meter sebagai akses jalan. Sehingga, jalan bisa dilewati dan penduduk tidak perlu memutar,” jelas Nurdin.
Terpisah, Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Sentul Muhammad Rifai menerangkan, longsor terjadi karena derasnya air hujan yang turun. Sementara, tanah di hutan setempat adalah tanah paras atau tanah yang penuh dengan bebatuan, sehingga mudah mengalami longsor.
“Kalau hutannya termasuk hutan normal. Jadi, dugaan penyebab longsor disebabkan oleh jenis tanahnya yang mudah tergerus air hujan,” terangnya.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, pihaknya sudah dapat laporan atas adanya longsor tersebut. BPBD juga telah menurunkan tim ke lokasi longsor. (maz/trn)



COMMENTS