Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 13/02/2017 KRAKSAAN - Dalam rangka mendukung program Santri Entrepreneur Harapan Nanti (Sehati), Dina...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 13/02/2017
“Untuk jaringan usaha koperasi, bagaimana memberikan peluang koppontren untuk menjalin kerja sama yang baik antara santri pondok pesantren dengan semua pihak dalam hal peningkatan ekonomi,” kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Usaha Koperasi dan Fasilitasi Permodalan Eduard Nahumury.
Hingga saat ini jelas Edo, sudah ada sekitar 48 koppontren yang aktif di Kabupaten Probolinggo. Padahal sebelum ada pembinaan tidak ada satupun koppontren yang berjalan dengan baik. “Setelah usaha koppontren berkembang, kami mencoba fasilitasi dengan perkuatan sistem ritel,” terangnya.
Menurut Edo, upaya ini dilakukan dengan cara memberikan pembekalan kepada santri agar setelah keluar dari pondok pesantren bisa mengangkat ekonomi daerah melalui usaha koperasi. Tetapi antar santri tetap menjaga tali silaturahim.
“Kebetulan sudah terbentuk Forum Koordinasi Antar Pondok Pesantren tahun 2014 lalu. Dimana tujuannya agar mempererat silaturahim antar pondok pesantren. Tugasnya memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan terkait dengan pondok pesantren yang memiliki usaha koperasi,” jelasnya.
Demi mendukung program tersebut terang Edo, berbagai kegiatan dilakukan dengan membekali santri pondok pesantren. Salah satunya melalui dana APBN dengan memanfaatkan TPKU (Tempat Praktik Ketrampilan Usaha) yang ada, sehingga harapannya santri setelah keluar dari pondok pesantren memiliki ketrampilan.
“Melalui penguatan usaha koppontren ini kami berharap agar koppontren bisa lebih mandiri dan berdiri sendiri. Karena pangsa pasar sudah jelas baik di lingkungan sendiri maupun masyarakat,” pungkasnya. (wan/fie)


COMMENTS