Penulis : Wawan Bromo FM Sabtu, 25 Februari 2017 KRAKSAAN - Pelayanan pada masyarakat menjadi hal utama yang dilakukan Pemkab P...
Sabtu, 25 Februari 2017
KRAKSAAN - Pelayanan pada masyarakat
menjadi hal utama yang dilakukan Pemkab Probolinggo dalam setiap program
di bidang kesehatan. Setelah membangun pusat pelayanan kesehatan hingga
desa-desa, Pemkab melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berinovasi
melalui program-program yang dilaksanakan tahun lalu.
Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana
Sari, SE mengatakan, inovasi memang perlu terus dikembangkan. “Seperti
halnya inovasi kami di bidang pelayanan cepat di Puskesmas Sumberasih,”
terangnya. Dengan inovasi tersebut, pasien puskesmas tak perlu antre
berdiri untuk mendapatkan pelayanan mulai loket hingga obat.
Bahkan, Pemkab masuk dalam 35 daerah Top
Inovasi Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia dari Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN-RB)
Republik Indonesia. Saat itu, Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Drs. HA.
Timbul Prihanjoko tampil mempresentasikan inovasi tersebut.
Pendekatan pelayanan tersebut ke
depannya tak hanya dilakukan di puskesmas di wilayah perkotaan.
Puksesmas di daerah tinggi seperti Tiris, Sumber maupun lainnya juga
menjadi fokus perbaikan pelayanan oleh Dinkes.
Bagaimana dengan penanggulangan
HIV/AIDS? Kabupaten Probolinggo sendiri masih menjadi daerah yang
penderita HIV/AIDS-nya cukup tinggi se-Jatim. Menurut Bupati Tantri,
pencegahan HIV/AIDS tak hanya melulu dengan menutup lokalisasi. Tapi,
juga penting dilakukan pencegahan.
Seperti inovasi yang dilakukan Puskesmas
Tegalsiwalan. Puskesmas tersebut menerapkan program Si Mami Aduhai,
yang merupakan akronim dari Sikap Muda Mudi Peduli HIV/AIDS. Dalam
program tersebut, pemuda di Kecamatan Tegalsiwalan diajak untuk ikut
serta berperan dalam melakukan pencegahan.
Maklum, di Kecamatan Tegalsiwalan juga
masih ada rumah warga yang digunakan sebagai lokasi prostitusi.
“Pencegahan itu jauh lebih penting dari pengobatan,” kata Wakil Bupati
Timbul Prihanjoko yang juga ketua pelaksana harian Komisi Penanggulangan
AIDS (KPA).
Untuk pengobatan, Dinkes telah memiliki
klinik Voluntary Conseling Test (VCT) yang ada di RSUD Waluyo Jati
Kraksaan. Tak hanya klinik VCT, Dinkes, RSUD maupun KPA juga menyediakan
rumah singgah penderita.
“Kalau ada pasien yang misalnya butuh
pengobatan atau konseling lebih dari sehari, jadi tidak perlu pulang.
Kami sediakan rumah singgah untuk bermalam,” ujar pria yang akrab disapa
Wabup Timbul ini.
Program-program lama seperti Gerakan
Bersama Selamatkan Ibu dan Sehatkan Anak (Gemasiba) juga terus
ditingkatkan. Terbukti, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi
(AKB) di Kabupaten Probolinggo terus menurun. (wan/fie)


COMMENTS