Penulis : Dimaz Bromo FM Rabu, 15/02/2017 BANYUANYAR – Nahas menimpa Syifa Nurfadilah, bocal asal Desa Bladu Wetan, Kecamatan Banyuan...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Rabu, 15/02/2017
BANYUANYAR – Nahas menimpa Syifa Nurfadilah, bocal asal Desa Bladu Wetan, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Senin (13/2/2017) sekitar pukul 18.00 WIB, bocah 4 tahun itu meninggal setelah tersengat listrik. Sedangkan, dua bocah lainnya terluka akibat sengatan listrik.Kejadian itu bermula ketika malam itu, Syifa bersama puluhan bocah hendak mengikuti kegiatan shalawatan di TPQ Al-Abror. Bersama sejumlah temannya, Syifa bermain di panggung yang disediakan di depan TPQ.
Di sana, Syifa bermain bersama dua temannya, Iza, 4 dan Diki, 10. Saat bermain, ketiga bocah itu tidak dalam pengawasan orang tuanya. “Saat itu, orang tua korban sedang melaksanakan shalat Maghrib. Ketiga korban itu bermain di atas panggung sambil berpegangan tangan.
Salah satu dari korban terpeleset, sehingga semua korban terpental ke bawah panggung berketinggian 1 meter,” ujar Kapolsek Banyuanyar AKP Andri Santoso. Nahas, Syifa terpental ke kabel yang dialiri listrik gendet dan terkena setrum.
Saat itu, ketiga bocah itu masih berpegangan. Sehingga, Iza dan Diki juga ikut tersetrum. Mendengar korban berteriak, mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Gending. “Korban atas nama Syifa meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju puskesmas. Namun, dua korban lainnya selamat,” ujar Andri.
Menurutnya, korban tak sampai divisum karena keluarganya tak setuju. Kakak sepupu korban, Yudi, 20, mengatakan, usai tersengat listrik, Syifa sempat dilarikan ke Puskesmas Gending. Tapi, nyawanya tak terselamatkan. Bocah putri ketiga pasangan suami istri Hasan, 45 dan Sum, 42 itu, meninggal saat dalam perjalanan menuju Puskemas Gending.
Menurut Yudi, pihaknya tak menemukan luka bekas sengatan listrik di tubuh korban. Sedangkan, dua korban lainnya (Iza dan Diki) mengalami luka di jari kelingking. “Saya bingung yang dua orang luka, tapi selamat. Tubuh Syifa tidak ada lukanya, tapi dia yang meninggal, ” ujarnya.
Sedangkan, ayah korban, Hasan, 45, mengaku ikhlas atas kepergian putrinya. Karenanya, menolak ketika polisi hendak melakukan visum kepada korban. “Sebenarnya saya sedih, soalnya baru empat tahun dan masih kecil. Mungkin ini sudah musibah, ya kami mengikhlaskan,” ujarnya. (maz/trn)


COMMENTS