Penulis : Dimas Bromo Fm sabtu, 28 Januari 2017 DRINGU – Kondisi jalan raya pantura Kabupaten Probolinggo yang rusak dan berlubang, menja...
Penulis : Dimas Bromo Fm
sabtu, 28 Januari 2017
DRINGU – Kondisi jalan raya pantura Kabupaten Probolinggo yang rusak dan berlubang, menjadi perhatian Polres Probolinggo. Demi menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Probolinggo mendata dan mengukur jumlah lubang jalan di sepanjang jalur pantura, Jum’at (27/1/2017).
Hasilnya, ditemukan 269 lubang yang rawan menjadi penyebab kecelakaan. Dari pantauan di lapangan, petugas Satlantas Polres Probolinggo mulai mengukur dan menghitung jalan berlubang mulai Dringu sampai Kraksaan.
Petugas tidak hanya mengukur lebar dan kedalaman lubang, tetapi juga menandainya dengan cat warna putih. Tujuannya, pengguna jalan mengetahui jika di titik tersebut ada jalan berlubang.
Dari ratusan lubang itu, ada beberapa titik kerusakan jalan yang perlu ekstra waspada. Yakni, mulai jalur pantura Desa Tamansari, Kecamatan Dringu; tikungan jalur pantura masuk Desa Curahsawo, Kecamatan Gending; jalan raya Karangpranti-Karanggeger, Kecamatan Pajarakan dan Kota Kraksaan.
Kanit Laka Polres Probolinggo Ipda Siswandi mengatakan, pihaknya tidak berhenti sekadar menghitung dan menandai jalan berlubang. Namun, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim. Pasalnya, jalan berlubang tersebut membahayakan nyawa pengendara. Terutama pada malam hari.
Koordinasi dengan Pemprov Jatim menurut Siswandi, agar persoalan tersebut segera ditangani serius. “Jalan berlubang memang rawan terjadi kecelakaan. Karena itu, pengguna jalan harus lebih waspada. Karena di sepanjang jalan raya pantura kami catat, banyak sekali jalan berlubang,” katanya.
“Hasil pengukuran dan survei kami, ditemukan 269 lubang di sepanjang jalan raya pantura Dringu-Kraksaan. Lubang jalan itu lebarnya berkisar 0,5 meter sampai 2 meter, dengan panjang ada sampai 10 meter. Kalau ke dalamannya ada yang 2 sentimeter sampai 10 sentimeter,” terangnya.
Saat disinggung soal kejadiaan laka yang dipicu jalan berlubang? Kanit Laka mengaku sempat ada kasus laka yang dipicu menghindari jalan berlubang atau terkena jalan berlubang. “Karena itu, kami cegah kasus kecelakaan serupa kembali terjadi. Yakni, dengan turun ke lapangan dan koordinasi dengan PU Provinsi Jawa Timur,” terangnya. (maz/ast)
sabtu, 28 Januari 2017
DRINGU – Kondisi jalan raya pantura Kabupaten Probolinggo yang rusak dan berlubang, menjadi perhatian Polres Probolinggo. Demi menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Probolinggo mendata dan mengukur jumlah lubang jalan di sepanjang jalur pantura, Jum’at (27/1/2017).
Hasilnya, ditemukan 269 lubang yang rawan menjadi penyebab kecelakaan. Dari pantauan di lapangan, petugas Satlantas Polres Probolinggo mulai mengukur dan menghitung jalan berlubang mulai Dringu sampai Kraksaan.
Petugas tidak hanya mengukur lebar dan kedalaman lubang, tetapi juga menandainya dengan cat warna putih. Tujuannya, pengguna jalan mengetahui jika di titik tersebut ada jalan berlubang.
Dari ratusan lubang itu, ada beberapa titik kerusakan jalan yang perlu ekstra waspada. Yakni, mulai jalur pantura Desa Tamansari, Kecamatan Dringu; tikungan jalur pantura masuk Desa Curahsawo, Kecamatan Gending; jalan raya Karangpranti-Karanggeger, Kecamatan Pajarakan dan Kota Kraksaan.
Kanit Laka Polres Probolinggo Ipda Siswandi mengatakan, pihaknya tidak berhenti sekadar menghitung dan menandai jalan berlubang. Namun, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga Pemprov Jatim. Pasalnya, jalan berlubang tersebut membahayakan nyawa pengendara. Terutama pada malam hari.
Koordinasi dengan Pemprov Jatim menurut Siswandi, agar persoalan tersebut segera ditangani serius. “Jalan berlubang memang rawan terjadi kecelakaan. Karena itu, pengguna jalan harus lebih waspada. Karena di sepanjang jalan raya pantura kami catat, banyak sekali jalan berlubang,” katanya.
“Hasil pengukuran dan survei kami, ditemukan 269 lubang di sepanjang jalan raya pantura Dringu-Kraksaan. Lubang jalan itu lebarnya berkisar 0,5 meter sampai 2 meter, dengan panjang ada sampai 10 meter. Kalau ke dalamannya ada yang 2 sentimeter sampai 10 sentimeter,” terangnya.
Saat disinggung soal kejadiaan laka yang dipicu jalan berlubang? Kanit Laka mengaku sempat ada kasus laka yang dipicu menghindari jalan berlubang atau terkena jalan berlubang. “Karena itu, kami cegah kasus kecelakaan serupa kembali terjadi. Yakni, dengan turun ke lapangan dan koordinasi dengan PU Provinsi Jawa Timur,” terangnya. (maz/ast)



COMMENTS