Penulis : Dimaz Bromo FM Senin, 23 Januari 2017 KRAKSAAN – Memasuki musim hujan, tiga kecamatan di Kabupaten Probolinggo dinyataka...
KRAKSAAN – Memasuki musim hujan, tiga kecamatan di Kabupaten Probolinggo dinyatakan rawan angin kencang. Yakni, Kecamatan Gending, Pajarakan dan Sumberasih. Dari tiga kecamatan itu, Kecamatan Gending menjadi daerah paling rawan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, ada tiga kecamatan yang rawan bencana angin kencang. Kecamatan Gending menjadi daerah paling rawan karena terdapat bukit Bentar. Sehingga, tekanan angin dari pantai menjadi makin kencang karena melewati bukit.
“Adanya penyempitan karena keberadaan bukit Bentar membuat Kecamatan Gending, menjadi daerah yang paling rawan terkena bencana angin kencang,” katanya. Nanang mengatakan, penyebab terjadinya angin kencang karena udara yang berembus di laut memanas, sehingga tekanan udara menurun.
Akibatnya, udara yang berembus di gunung ikut turun dan berembus ke arah laut. Sehingga, tekanan udara di pantai makin rendah dan terjadilah angin kencang. Menurutnya, angin kencang dapat mengakibatkan dampak negatif.
Di antaranya, banyak petani merugi. Sebab, produksi lahan pertanian dan perkebunan menurun. Selain itu, angin kencang dapat mengakibatkan berbagai penyakit bagi warga yang ketahanan tubuhnya melemah, seperti flu ataupun batuk. (maz/ast)
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan, ada tiga kecamatan yang rawan bencana angin kencang. Kecamatan Gending menjadi daerah paling rawan karena terdapat bukit Bentar. Sehingga, tekanan angin dari pantai menjadi makin kencang karena melewati bukit.
“Adanya penyempitan karena keberadaan bukit Bentar membuat Kecamatan Gending, menjadi daerah yang paling rawan terkena bencana angin kencang,” katanya. Nanang mengatakan, penyebab terjadinya angin kencang karena udara yang berembus di laut memanas, sehingga tekanan udara menurun.
Akibatnya, udara yang berembus di gunung ikut turun dan berembus ke arah laut. Sehingga, tekanan udara di pantai makin rendah dan terjadilah angin kencang. Menurutnya, angin kencang dapat mengakibatkan dampak negatif.
Di antaranya, banyak petani merugi. Sebab, produksi lahan pertanian dan perkebunan menurun. Selain itu, angin kencang dapat mengakibatkan berbagai penyakit bagi warga yang ketahanan tubuhnya melemah, seperti flu ataupun batuk. (maz/ast)



COMMENTS