Penulis : Dimas Bromo Fm sabtu, 28 Januari 2017 KRAKSAAN – Banyaknya pedagang buah di pinggir Jalur Pantura, Kelurahan Semampir, Kecamata...
Penulis : Dimas Bromo Fm
sabtu, 28 Januari 2017
KRAKSAAN – Banyaknya pedagang buah di pinggir Jalur Pantura, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mendapat perhatian dari Pemkab Probolinggo. Jum’at, (27/1/2017), Satpol PP Kecamatan Kraksaan turun memberikan surat peringatan agar mereka segera pindah.
Aparat penegak peraturan daerah (perda) itu, memberikan surat teguran kepada seluruh pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Isinya, meminta mereka kembali ke kiosnya di Pasar Buah Semampir, Kecamatan Kraksaan. Sebab, sebagian besar pedagang itu telah memiliki kios di Pasar Buah.
Bagi pedagang yang tak punya kios, diminta segera berkonsultasi dengan kepala pasar untuk dicarikan tempat. Mereka diberi tenggat waktu hingga Senin (30/1/2017). Bagi yang ngotot berjualan di pinggir jalan raya, maka dagangan mereka akan dibongkar paksa.
Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kecamatan Kraksaan Heri Daryanto mengatakan, teguran ini agar pedagang bisa tertib dan tidak berjualan di sepanjang pinggir jalan. Sebab, hal ini sangat membahayakan.
“Kalau tetap ngotot, terpaksa bedak liar mereka akan kami bongkar dan angkut,” ujarnya. Upaya Satpol PP ini mendapat sambutan baik dari sejumlah pedagang. Mereka mengaku rela pindah ke kios tempat mereka semula berjualan.
“Pedagang sudah setuju. Sebab, pedagang yang berjualan di sepanjang jalan raya hanya 19 orang. Dari jumlah itu, yang punya kios di Pasar Buah 15 orang. Sedangkan, yang liar sekitar 4 orang,” ujar Kepala Pasar Buah Semampir Supriyono.
Di samping itu, harapan pedagang di Pasar Buah Semampir agar taman di depan pasar dibongkar mulai direspons Pemkab Probolinggo. Kini, Pemkab mulai mengevaluasi keberadaan taman yang selama ini dinilai jadi penyebab sepinya pasar buah itu.
Kepala Seksi Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Taufik mengatakan bahwa, Kamis (26/1/2017) lalu, Disperindag melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama perwakilan pedagang.
Dalam rakor itu, pedagang meminta keberadaan taman di depan pasar dievaluasi. Menurut Taufik, pedagang beralasan, sebelum ada taman, banyak bus dan mobil yang mampir. Sehingga, pasar tidak pernah sepi pembeli. Tapi, setelah ada taman, bus dan mobil enggan mampir karena tidak ada areal parkir dan omzet pedagang menurun drastis. (maz/why)
sabtu, 28 Januari 2017
KRAKSAAN – Banyaknya pedagang buah di pinggir Jalur Pantura, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, akhirnya mendapat perhatian dari Pemkab Probolinggo. Jum’at, (27/1/2017), Satpol PP Kecamatan Kraksaan turun memberikan surat peringatan agar mereka segera pindah.
Aparat penegak peraturan daerah (perda) itu, memberikan surat teguran kepada seluruh pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Isinya, meminta mereka kembali ke kiosnya di Pasar Buah Semampir, Kecamatan Kraksaan. Sebab, sebagian besar pedagang itu telah memiliki kios di Pasar Buah.
Bagi pedagang yang tak punya kios, diminta segera berkonsultasi dengan kepala pasar untuk dicarikan tempat. Mereka diberi tenggat waktu hingga Senin (30/1/2017). Bagi yang ngotot berjualan di pinggir jalan raya, maka dagangan mereka akan dibongkar paksa.
Kasi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Kecamatan Kraksaan Heri Daryanto mengatakan, teguran ini agar pedagang bisa tertib dan tidak berjualan di sepanjang pinggir jalan. Sebab, hal ini sangat membahayakan.
“Kalau tetap ngotot, terpaksa bedak liar mereka akan kami bongkar dan angkut,” ujarnya. Upaya Satpol PP ini mendapat sambutan baik dari sejumlah pedagang. Mereka mengaku rela pindah ke kios tempat mereka semula berjualan.
“Pedagang sudah setuju. Sebab, pedagang yang berjualan di sepanjang jalan raya hanya 19 orang. Dari jumlah itu, yang punya kios di Pasar Buah 15 orang. Sedangkan, yang liar sekitar 4 orang,” ujar Kepala Pasar Buah Semampir Supriyono.
Di samping itu, harapan pedagang di Pasar Buah Semampir agar taman di depan pasar dibongkar mulai direspons Pemkab Probolinggo. Kini, Pemkab mulai mengevaluasi keberadaan taman yang selama ini dinilai jadi penyebab sepinya pasar buah itu.
Kepala Seksi Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Taufik mengatakan bahwa, Kamis (26/1/2017) lalu, Disperindag melakukan rapat koordinasi (rakor) bersama perwakilan pedagang.
Dalam rakor itu, pedagang meminta keberadaan taman di depan pasar dievaluasi. Menurut Taufik, pedagang beralasan, sebelum ada taman, banyak bus dan mobil yang mampir. Sehingga, pasar tidak pernah sepi pembeli. Tapi, setelah ada taman, bus dan mobil enggan mampir karena tidak ada areal parkir dan omzet pedagang menurun drastis. (maz/why)



COMMENTS