Penulis : Dimaz Bromo FM Selasa, 10 Januari 2017 SUMBERASIH – Keluarga Mihlasin, 67, warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabup...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Selasa, 10 Januari 2017
SUMBERASIH – Keluarga Mihlasin, 67, warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, bersedih. Sebab, pria yang Minggu (8/1/2016) malam pamit hendak mencari cumi-cumi itu, sampai tadi malam tak kunjung pulang.
Nahasnya, perahu milik pria yang sudah lama menjadi nelayan itu ditemukan tak berawak di tengah laut. Pihak keluarga menduga, Mihlasin tenggelam setelah terhempas dari perahunya. Informasinya, Mihlasin berangkat melaut sejak Minggu (8/1/2017) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kepada keluarganya, pria yang memang bekerja sebagai nelatan ini pamit hendak mencari cumi-cumi. Seorang diri, Mihlasin berangkat menggunakan perahunya. Namun, sampai Senin (9/1/2017), pukul 06.00 WIB, Mihlasin yang bisanya sudah pulang tak kunjung datang. Sehingga, pihak keluarga waswas dan mencarinya.
Selain itu, pihak keluarga juga melapor ke Satpolair Polres Probolinggo. Sehingga, pihak Satpolair juga turun mencari keberadaan Mihlasin. Mereka mencari Mihlasin sampai perairan laut Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Ayyup, 45, adik korban mengatakan, Mihlasin pergi melaut untuk mencari cumi-cumi. Tapi, sampai kemarin belum pulang. “Habis Isya (Minggu malam), dia berangkat melaut untuk mencari cumi,” ujarnya.
Setelah dicari, ternyata perahu Mihlasin ditemukan seorang nelayan di perairan Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Naripin, 47. Namun, perahu ini sudah tak berawak. Mihlasin yang semula membawa perahu ini untuk mencari cumi, tak berada di sana.
Menurut Naripin, 47, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, perahu korban ditemukan berjalan tanpa awak di tengah laut. Sedangkan, kondisi laut saat itu, ombak sedang besar juga angin kencang.
“Dia (Naripin) menemukan kapal kakak saya (Mihlasin) berjalan sendiri tanpa ada yang mengendarai,” ujar Ayyup. Ayyub menduga, mesin perahu milik korban mati. Sehingga, korban mencoba menghidupkan kembali mesin dari kapalnya. Tapi, slenger (alat untuk menghidupkan mesin) terhempas ke kepala korban. Sehingga, membuat korban tak sadar dan tercebur ke laut.
“Mungkin ketika menghidupkan mesin slengernya terhempas ke kepala kakak saya (Mihlasin). Sehingga, membuat dia tidak sadarkan diri dan terhempas dari kapalnya,” ujar Ayyub.
Dugaan ini, kata Ayyub, diperkuat dengan hilangnya slenger dari perahu. Selain itu, korban juga pandai berenang dan menyelam di laut. Sehingga, menurut Ayyub, kemungkinan untuk tenggelam tidak mungkin. “Kalau tenggelam tidak mungkin. Karena kakak saya sudah terbiasa menyelam di laut,” ujarnya.
Keluarga pun tadi malam sudah menggelar tahlilan. Sampai tadi malam pukul 20.30 WIB, korban juga belum ditemukan. Namun, pihak keluarga masih terus berusaha mencari keberadaannya. “Besok akan dilakukan pencarian lagi dengan melibatkan kerabat dan keluarga,” ujar Mahfud, salah seorang teman korban.
Sedangkan, istri korban Sanina, terlihat sedih mendapati suaminya tak pulang. Sanina mengaku, sebelum berangkat berlayar, suaminya memang sempat berpesan yang tak biasa. “Dia berpesan jika saya tidak pulang, tolong cari saya,” ujar Sanina menirukan pesan suaminya dengan nada sedih.
Sementara itu, KBO Satpolair Polres Probolinggo Ipda Suryono mengaku, masih terus berusaha mencari keberadaan korban. “Dugaan sementara seperti itu (korban tenggelam setelah terhempas dari perahu). Kami masih terus melakukan pencarian,” ujarnya. (maz/ast)
Selasa, 10 Januari 2017
SUMBERASIH – Keluarga Mihlasin, 67, warga Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, bersedih. Sebab, pria yang Minggu (8/1/2016) malam pamit hendak mencari cumi-cumi itu, sampai tadi malam tak kunjung pulang.
Nahasnya, perahu milik pria yang sudah lama menjadi nelayan itu ditemukan tak berawak di tengah laut. Pihak keluarga menduga, Mihlasin tenggelam setelah terhempas dari perahunya. Informasinya, Mihlasin berangkat melaut sejak Minggu (8/1/2017) sekitar pukul 19.00 WIB.
Kepada keluarganya, pria yang memang bekerja sebagai nelatan ini pamit hendak mencari cumi-cumi. Seorang diri, Mihlasin berangkat menggunakan perahunya. Namun, sampai Senin (9/1/2017), pukul 06.00 WIB, Mihlasin yang bisanya sudah pulang tak kunjung datang. Sehingga, pihak keluarga waswas dan mencarinya.
Selain itu, pihak keluarga juga melapor ke Satpolair Polres Probolinggo. Sehingga, pihak Satpolair juga turun mencari keberadaan Mihlasin. Mereka mencari Mihlasin sampai perairan laut Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.
Ayyup, 45, adik korban mengatakan, Mihlasin pergi melaut untuk mencari cumi-cumi. Tapi, sampai kemarin belum pulang. “Habis Isya (Minggu malam), dia berangkat melaut untuk mencari cumi,” ujarnya.
Setelah dicari, ternyata perahu Mihlasin ditemukan seorang nelayan di perairan Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Naripin, 47. Namun, perahu ini sudah tak berawak. Mihlasin yang semula membawa perahu ini untuk mencari cumi, tak berada di sana.
Menurut Naripin, 47, warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, perahu korban ditemukan berjalan tanpa awak di tengah laut. Sedangkan, kondisi laut saat itu, ombak sedang besar juga angin kencang.
“Dia (Naripin) menemukan kapal kakak saya (Mihlasin) berjalan sendiri tanpa ada yang mengendarai,” ujar Ayyup. Ayyub menduga, mesin perahu milik korban mati. Sehingga, korban mencoba menghidupkan kembali mesin dari kapalnya. Tapi, slenger (alat untuk menghidupkan mesin) terhempas ke kepala korban. Sehingga, membuat korban tak sadar dan tercebur ke laut.
“Mungkin ketika menghidupkan mesin slengernya terhempas ke kepala kakak saya (Mihlasin). Sehingga, membuat dia tidak sadarkan diri dan terhempas dari kapalnya,” ujar Ayyub.
Dugaan ini, kata Ayyub, diperkuat dengan hilangnya slenger dari perahu. Selain itu, korban juga pandai berenang dan menyelam di laut. Sehingga, menurut Ayyub, kemungkinan untuk tenggelam tidak mungkin. “Kalau tenggelam tidak mungkin. Karena kakak saya sudah terbiasa menyelam di laut,” ujarnya.
Keluarga pun tadi malam sudah menggelar tahlilan. Sampai tadi malam pukul 20.30 WIB, korban juga belum ditemukan. Namun, pihak keluarga masih terus berusaha mencari keberadaannya. “Besok akan dilakukan pencarian lagi dengan melibatkan kerabat dan keluarga,” ujar Mahfud, salah seorang teman korban.
Sedangkan, istri korban Sanina, terlihat sedih mendapati suaminya tak pulang. Sanina mengaku, sebelum berangkat berlayar, suaminya memang sempat berpesan yang tak biasa. “Dia berpesan jika saya tidak pulang, tolong cari saya,” ujar Sanina menirukan pesan suaminya dengan nada sedih.
Sementara itu, KBO Satpolair Polres Probolinggo Ipda Suryono mengaku, masih terus berusaha mencari keberadaan korban. “Dugaan sementara seperti itu (korban tenggelam setelah terhempas dari perahu). Kami masih terus melakukan pencarian,” ujarnya. (maz/ast)



COMMENTS