Penulis : Dimaz Bromo FM Kamis, 19 Januari 2017 LUMBANG – Seharian diguyur hujan lebat, tebing di Dusun Krajan, Desa Negororejo, Kecamata...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Kamis, 19 Januari 2017
LUMBANG – Seharian diguyur hujan lebat, tebing di Dusun Krajan, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Selasa (17/1/2017) longsor. Bahkan, rumah salah satu warga setempat, Tunari, 54, nyaris hancur kejatuhan batu besar dari tebing.
Syukur, batu ini hanya menimpa teras rumah Tunari dan tak ada korban dalam kejadian ini. Namun, Tunari mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta. Sebab, teras rumah dan dua unit sepeda motornya rusak tertimpa batu berdiameter sekitar satu meter itu.
Tunari mengatakan, batu itu diketahui berada di teras rumahnya, Selasa (17/1/2017), sekitar pukul 16.00 WIB. Hari itu, sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, memang hujan deras. Ternyata, batu itu berasal dari tebing yang longsor di sisi kanan rumahnya.
“Saya tidak mendengar dan melihat langsung saat batu itu jatuh akibat longsor. Tahunya ketika sudah ada di teras dan menimpa dua sepeda motor yang diparkir di teras rumah,” ujarnya.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono membenarkan adanya longsor di Dusun Krajan, Desa Negororejo Kecamatan Lumbang tersebut.
Beruntung batu berukuran besar itu hanya jatuh di bagian teras. “Setelah kejadian, saat itu juga petugas BPBD mendatangi lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban, petugas juga sudah mengamankan lokasi,” ujarnya.
Sedangkan, Camat Lumbang Bambang Heri Wahjudi mengatakan, longsor ini sudah ditangani, baik oleh petugas kecamatan maupun tim BPBD dan Forkopimka Lumbang. Pihaknya terus mengecek dan memastikan kondisi tebing yang berada tepat di samping rumah Tunari.
“Ternyata masih ada batu besar di atas yang rawan longsor. Karena itu, untuk sementara keluarga Tunari diminta mengungsi ke rumah tetangga atau saudara lebih dulu,” ujarnya.
Heri Wahjudi menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Forkopimka Lumbang dan Pemerintah Desa Negororejo. Dimana batu besar yang belum jatuh itu, nantinya akan dipasangi jaring dan dihancurkan.
“Penanganan ini bisa menggunakan dana tidak terduga di desa. Kebetulan dana tidak terduga di desa belum terpakai,” tegasnya. (maz/ast)
Kamis, 19 Januari 2017
LUMBANG – Seharian diguyur hujan lebat, tebing di Dusun Krajan, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Selasa (17/1/2017) longsor. Bahkan, rumah salah satu warga setempat, Tunari, 54, nyaris hancur kejatuhan batu besar dari tebing.
Syukur, batu ini hanya menimpa teras rumah Tunari dan tak ada korban dalam kejadian ini. Namun, Tunari mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 5 juta. Sebab, teras rumah dan dua unit sepeda motornya rusak tertimpa batu berdiameter sekitar satu meter itu.
Tunari mengatakan, batu itu diketahui berada di teras rumahnya, Selasa (17/1/2017), sekitar pukul 16.00 WIB. Hari itu, sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB, memang hujan deras. Ternyata, batu itu berasal dari tebing yang longsor di sisi kanan rumahnya.
“Saya tidak mendengar dan melihat langsung saat batu itu jatuh akibat longsor. Tahunya ketika sudah ada di teras dan menimpa dua sepeda motor yang diparkir di teras rumah,” ujarnya.
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono membenarkan adanya longsor di Dusun Krajan, Desa Negororejo Kecamatan Lumbang tersebut.
Beruntung batu berukuran besar itu hanya jatuh di bagian teras. “Setelah kejadian, saat itu juga petugas BPBD mendatangi lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban, petugas juga sudah mengamankan lokasi,” ujarnya.
Sedangkan, Camat Lumbang Bambang Heri Wahjudi mengatakan, longsor ini sudah ditangani, baik oleh petugas kecamatan maupun tim BPBD dan Forkopimka Lumbang. Pihaknya terus mengecek dan memastikan kondisi tebing yang berada tepat di samping rumah Tunari.
“Ternyata masih ada batu besar di atas yang rawan longsor. Karena itu, untuk sementara keluarga Tunari diminta mengungsi ke rumah tetangga atau saudara lebih dulu,” ujarnya.
Heri Wahjudi menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Forkopimka Lumbang dan Pemerintah Desa Negororejo. Dimana batu besar yang belum jatuh itu, nantinya akan dipasangi jaring dan dihancurkan.
“Penanganan ini bisa menggunakan dana tidak terduga di desa. Kebetulan dana tidak terduga di desa belum terpakai,” tegasnya. (maz/ast)



COMMENTS