Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 01 Januari 2017 LUMBANG – Guru SDN Tandon Sentul 1 Kecamatan Lumbang, Mei Dwi Riyanti mengaku, motivasin...
Penulis : Wawan Bromo FM
Minggu, 01 Januari 2017
LUMBANG – Guru SDN Tandon Sentul 1 Kecamatan Lumbang, Mei Dwi Riyanti mengaku, motivasinya menjadi guru karena ingin mengasah dan membagikan ilmu yang dimiliki. Yakni, untuk membantu membentuk anak penerus bangsa yang bermoral, berakhlak, dan berkualitas.
“Tidak mudah menjadi guru, kita harus bisa menarik perhatian murid agar mereka menyukai apa yang kita ajarkan sehingga mereka cepat tanggap dan mengerti apa yang kita ajarkan. Kuncinya guru harus disiplin, terus belajar, tanggung jawab, dan sabar menghadapi anak,” kata istri Sukwan Heru Atmaja ini.
Anak kedua dari dua bersaudara pasangan Zaeni dan Ririk A ini menjelaskan, tugas guru adalah mendidik anak-anak agar memiliki moral, akhlak dan ilmu pendidikan supaya bisa menjadi penerus bangsa yang berkualitas.
“Untuk menghadapi murid, seorang guru harus memberi contoh yang baik dan berusaha menarik perhatian siswa agar mereka mampu dan suka pada apa yang kita ajarkan. Sehingga mereka cepat tanggap dan melaksanakannya,” terang perempuan yang hobi olahraga ini.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 3 Maret 1983 ini menerangkan, dalam mendidik anak seorang guru harus disiplin diri, bertanggung jawab, dan terus belajar sehingga kita mampu untuk membentuk anak anak yang berkualitas.
Dalam perjalananannya, ada suka dan duka yang saya hadapi. Sukanya, saat ia bisa membimbing siswanya. “Dukanya, kalau kita berhadapan dengan siswa yang nakal dan sulit menerima pelajaran. Tapi itu merupakan tantangan tersendiri untuk memotivasi siswa,” pungkasnya. (wan/ast)
Minggu, 01 Januari 2017
LUMBANG – Guru SDN Tandon Sentul 1 Kecamatan Lumbang, Mei Dwi Riyanti mengaku, motivasinya menjadi guru karena ingin mengasah dan membagikan ilmu yang dimiliki. Yakni, untuk membantu membentuk anak penerus bangsa yang bermoral, berakhlak, dan berkualitas.
“Tidak mudah menjadi guru, kita harus bisa menarik perhatian murid agar mereka menyukai apa yang kita ajarkan sehingga mereka cepat tanggap dan mengerti apa yang kita ajarkan. Kuncinya guru harus disiplin, terus belajar, tanggung jawab, dan sabar menghadapi anak,” kata istri Sukwan Heru Atmaja ini.
Anak kedua dari dua bersaudara pasangan Zaeni dan Ririk A ini menjelaskan, tugas guru adalah mendidik anak-anak agar memiliki moral, akhlak dan ilmu pendidikan supaya bisa menjadi penerus bangsa yang berkualitas.
“Untuk menghadapi murid, seorang guru harus memberi contoh yang baik dan berusaha menarik perhatian siswa agar mereka mampu dan suka pada apa yang kita ajarkan. Sehingga mereka cepat tanggap dan melaksanakannya,” terang perempuan yang hobi olahraga ini.
Perempuan kelahiran Probolinggo, 3 Maret 1983 ini menerangkan, dalam mendidik anak seorang guru harus disiplin diri, bertanggung jawab, dan terus belajar sehingga kita mampu untuk membentuk anak anak yang berkualitas.
Dalam perjalananannya, ada suka dan duka yang saya hadapi. Sukanya, saat ia bisa membimbing siswanya. “Dukanya, kalau kita berhadapan dengan siswa yang nakal dan sulit menerima pelajaran. Tapi itu merupakan tantangan tersendiri untuk memotivasi siswa,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS