Penulis : Wawan Bromo FM Selasa, 03 Januari 2016 KRAKSAAN – Anjloknya harga bawang di pasaran sejak beberapa pekan terakhir, membuat...
Selasa, 03 Januari 2016
KRAKSAAN – Anjloknya harga bawang di pasaran sejak beberapa pekan terakhir, membuat sejumlah petani di Kabupaten Probolinggo pusing. Sebab, mereka harus menanggung rugi karena bawangnya dibeli dengan harga murah. Karenanya, mereka berharap Pemkab Probolinggo turun tangan.
Salah seorang petani bawang asal Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Muhammad Suhri mengaku, meski sudah memasuki musim hujan, pihaknya tetap menanam bawang. Sebab, keuntungannya sangat menggiurkan. Tapi, sejak beberapa pekan terakhir harga bawang kian anjlok. Sehingga, membuat pihaknya pusing.
Bawang kualitas super yang semula terjual hingga Rp 40 ribu per kilogram, kini hanya dihargai Rp 30 ribu. Suhri mengatakan, berdasarkan informasi di kalangan pedagang bawang, anjloknya harga bawang dikarenakan masuknya komoditas dari luar Probolinggo.
“Saya dengar anjloknya karena ada serbuan komoditas dari Jawa Tengah, seperti Brebes dan Pati,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Asy’ari mengatakan, anjloknya harga bawang dapat disebabkan kualitasnya yang menurun. Sehingga, berdampak pada harga jual bawang di kalangan pedagang.
“Kalau penyebab anjloknya harga bawang karena adanya serbuan komoditas dari luar, saya kurang paham. Itu, kewenangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),” ujarnya.
Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Happy mengaku, belum mengetahui adanya serbuan komoditas dari luar Probolinggo yang menyebabkan harga bawang sampai anjlok. Namun, pihaknya berjanji akan segera mengecek. “Besok akan saya cek apakah informasi itu benar atau tidak,” ujarnya. (wan/trn)


COMMENTS