Penulis : Dimas Kamis, 12 Januari 2017 LUMBANG - Musim yang tak menentu rupanya juga berdampak terhadap produktivitas peterna...
Penulis : Dimas
Kamis, 12 Januari 2017
LUMBANG - Musim yang tak menentu rupanya juga berdampak terhadap produktivitas peternakan lebah di Desa Lumbang Kecamatan Lumbang. Sejumlah peternak lebah mengaku sejak dua tahun terakhir selalu gagal panen.
Salah satu peternak lebah di Dusun Kunci, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Suparman, 35, mengatakan, lebah yang diternaknya sejak tujuh tahun lalu, sudah dua tahun terakhir gagal panen. Penyebabnya, cuaca yang tak menentu.
Menurut Suparman, cuaca yang tak menentu membuat lebahnya kesulitan mencari pakan alami. Sebab, banyak pepohonan yang biasanya berbunga dan menjadi tempat lebah mencari makanan, kini tak berbunga. Sehingga, pihaknya harus menyiapkan pengganti pakan lebah selain bunga.
“Untuk pakan, setiap tiga hari memakai gula pasir sebanyak 3 kilogram,” ujar pria yang mempunyai 30 kotak ternak lebah itu. Pernyataan Suparman diamini peternak lainnya di desa setempat, Samsul, 47. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir rata-rata peternak lebah di desanya gagal panen. Jika cuaca mendukung, biasanya pada Mei sampai akhir tahun sudah panen.
“Tapi, untuk dua tahun ini saya belum panen. Penyebabnya, hujan yang tidak menentu itu,” ujarnya. Samsul mengatakan, selama ini pihaknya tak pernah dipusingkan soal pemasaran madu hasil peternakannya. Sebab, sudah mempunyai pasar, bahkan sampai Jakarta.
“Kalau pemasaran sudah sampai ke Jakarta. Memalui online, tapi untuk dua tahun ini gagal panen,” ujar pria yang mengaku tak hanya punya ternak lebah di Kabupaten Probolinggo ini. (maz/ast)
Salah satu peternak lebah di Dusun Kunci, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Suparman, 35, mengatakan, lebah yang diternaknya sejak tujuh tahun lalu, sudah dua tahun terakhir gagal panen. Penyebabnya, cuaca yang tak menentu.
Menurut Suparman, cuaca yang tak menentu membuat lebahnya kesulitan mencari pakan alami. Sebab, banyak pepohonan yang biasanya berbunga dan menjadi tempat lebah mencari makanan, kini tak berbunga. Sehingga, pihaknya harus menyiapkan pengganti pakan lebah selain bunga.
“Untuk pakan, setiap tiga hari memakai gula pasir sebanyak 3 kilogram,” ujar pria yang mempunyai 30 kotak ternak lebah itu. Pernyataan Suparman diamini peternak lainnya di desa setempat, Samsul, 47. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir rata-rata peternak lebah di desanya gagal panen. Jika cuaca mendukung, biasanya pada Mei sampai akhir tahun sudah panen.
“Tapi, untuk dua tahun ini saya belum panen. Penyebabnya, hujan yang tidak menentu itu,” ujarnya. Samsul mengatakan, selama ini pihaknya tak pernah dipusingkan soal pemasaran madu hasil peternakannya. Sebab, sudah mempunyai pasar, bahkan sampai Jakarta.
“Kalau pemasaran sudah sampai ke Jakarta. Memalui online, tapi untuk dua tahun ini gagal panen,” ujar pria yang mengaku tak hanya punya ternak lebah di Kabupaten Probolinggo ini. (maz/ast)



COMMENTS