Penulis : Dimas Bromo FM Kamis, 01 Desember 2016 KRAKSAAN – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di ...
Penulis : Dimas Bromo FM
Kamis, 01 Desember 2016
KRAKSAAN – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Probolinggo semakin banyak. Rabu (30/11/2016), seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Wahyu Suharto, 20, tewas kecelakaan.
Warga Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo itu meninggal setelah mengalami laka lantas di Jembatan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Jenazahnya dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk divisum.
Informasinya, sekitar pukul 13.00 WIB, Wahyu mengemudikan sepeda motor Yamaha Byson datang dari timur di Jalur Pantura, Kecamatan Kraksaan. Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan itu tetap melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Di TKP, Wahyu berusaha menyalip sebuah kendaraan yang tidak dikenal dari sisi kanan. Padahal, dari arah berlawanan ada sebuah truk bermuatan palet yang dikemudikan Yudistira. Warga Kecamatan Mojoamo, Kabupaten Jombang itu hendak mengirim muatannya ke Bali.
Karena jarak terlalu dekat dan Wahyu terlalu ke kanan, sepeda motor bernopol N 3493 QT itu pun adu moncong dengan truk yang dikemudikan Yudistira. Akibatnya, Wahyu terpental ke sisi kiri jalan. Saat itu, dari timur datang sebuah truk gandeng bermuatan tembakau yang dikemudikan Maslikan.
Beruntung, Maslikan sempat menghentikan laju truknya. Sehingga, truk yang hendak menuju Surabaya ini tak sampai melindas korban. Namun, Wahyu tetap merenggang nyawa di lokasi kejadian karena pendarahan di bagian kepala, tangan dan kaki.
Yudistira mengaku, melihat Wahyu melaju dari timur, pihaknya mengerem dan berhenti di sisi kiri jalan. Tapi, korban tidak memelankan laju motornya. Justru melaju makin kencang dan akhirnya menabrak truknya.
“Saya sudah berhenti di sisi kiri. Tapi, dia (korban) tetap melajukan kendaraannya dengan kencang,” ujarnya di lokasi kejadian.
Pernyataan Yudistira diamini Maslikan yang saat kejadian berada di belakang korban. Menurutnya, korban melaju dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalan terlalu ke kanan.
“Korban menyalip kendaraan dengan mengambil sisi terlalu kanan. Sehingga, kecelakaan tidak terhindarkan,” ujarnya.
Sedangkan, Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo Ipda Siswandi mengatakan, dari hasil olah TKP, diketahui penyebab kecelakaan karena korban melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
“Korban tidak menguasai kendaraanya karena menabrak truk dari arah berlawanan,” ujarnya. Menurut Siswandi, kejadian ini tak hanya menyebabkan korban meninggal dunia. Tapi, juga menyebabkan kerugian materi sekitar Rp 7 juta.
Demi kepentingan penyelidikan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor korban dan dua truk. Dua truk itu masing-masing dikemudikan Yudistira dan Maslikan. (maz/ast)
Kamis, 01 Desember 2016
KRAKSAAN – Jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah hukum Polres Probolinggo semakin banyak. Rabu (30/11/2016), seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, Wahyu Suharto, 20, tewas kecelakaan.
Warga Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo itu meninggal setelah mengalami laka lantas di Jembatan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Jenazahnya dibawa ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk divisum.
Informasinya, sekitar pukul 13.00 WIB, Wahyu mengemudikan sepeda motor Yamaha Byson datang dari timur di Jalur Pantura, Kecamatan Kraksaan. Sesampai di tempat kejadian perkara (TKP), mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan itu tetap melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Di TKP, Wahyu berusaha menyalip sebuah kendaraan yang tidak dikenal dari sisi kanan. Padahal, dari arah berlawanan ada sebuah truk bermuatan palet yang dikemudikan Yudistira. Warga Kecamatan Mojoamo, Kabupaten Jombang itu hendak mengirim muatannya ke Bali.
Karena jarak terlalu dekat dan Wahyu terlalu ke kanan, sepeda motor bernopol N 3493 QT itu pun adu moncong dengan truk yang dikemudikan Yudistira. Akibatnya, Wahyu terpental ke sisi kiri jalan. Saat itu, dari timur datang sebuah truk gandeng bermuatan tembakau yang dikemudikan Maslikan.
Beruntung, Maslikan sempat menghentikan laju truknya. Sehingga, truk yang hendak menuju Surabaya ini tak sampai melindas korban. Namun, Wahyu tetap merenggang nyawa di lokasi kejadian karena pendarahan di bagian kepala, tangan dan kaki.
Yudistira mengaku, melihat Wahyu melaju dari timur, pihaknya mengerem dan berhenti di sisi kiri jalan. Tapi, korban tidak memelankan laju motornya. Justru melaju makin kencang dan akhirnya menabrak truknya.
“Saya sudah berhenti di sisi kiri. Tapi, dia (korban) tetap melajukan kendaraannya dengan kencang,” ujarnya di lokasi kejadian.
Pernyataan Yudistira diamini Maslikan yang saat kejadian berada di belakang korban. Menurutnya, korban melaju dengan kecepatan tinggi dan mengambil jalan terlalu ke kanan.
“Korban menyalip kendaraan dengan mengambil sisi terlalu kanan. Sehingga, kecelakaan tidak terhindarkan,” ujarnya.
Sedangkan, Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo Ipda Siswandi mengatakan, dari hasil olah TKP, diketahui penyebab kecelakaan karena korban melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
“Korban tidak menguasai kendaraanya karena menabrak truk dari arah berlawanan,” ujarnya. Menurut Siswandi, kejadian ini tak hanya menyebabkan korban meninggal dunia. Tapi, juga menyebabkan kerugian materi sekitar Rp 7 juta.
Demi kepentingan penyelidikan, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa sepeda motor korban dan dua truk. Dua truk itu masing-masing dikemudikan Yudistira dan Maslikan. (maz/ast)



COMMENTS