Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 19 Desember 2016 KRAKSAAN – Saat ini RSUD Waluyo Jati Kraksaan membutuhkan sebanyak 26 orang tenag...
Senin, 19 Desember 2016
KRAKSAAN – Saat ini RSUD Waluyo Jati Kraksaan membutuhkan sebanyak 26 orang tenaga tambahan. Hal ini karena rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini kekurangan tenaga kesehatan.
Hal tersebut disampaikan Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dr Endang Astuti. Menurutnya, kekurangan tenaga itu terjadi pada sejumlah pos seperti, apoteker, asisten apoteker dan ahli teknologi elektro medik (Atem). “Untuk perawat dan bidan sudah cukup,” katanya.
Menurut Endang, saat ini RSUD Waluyo Jati masuk kategori rumah sakit Tipe C. Sesuai dengan peraturan, rumah sakit dengan tipe ini harus memiliki 8 apoteker dan 21 asisten apoteker.
Sementara yang ada baru 3 apoteker dan 11 asisten apoteker. Demikian pula untuk Atem, RSUD baru memiliki 1 orang, padahal seharusnya 4 orang.
“Kami juga membutuhkan 19 tenaga analis kesehatan. Selama ini baru ada 11 orang. Tetapi meskipun kekurangan tenaga kesehatan, pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik,” jelasnya.
Demi memenuhi kekurangan tenaga tersebut, terang Endang, pihak RSUD Waluyo Jati Kraksaan akan melakukan perekrutan. Hanya saja pihaknya bersama Bagian Hukum Pemkab Probolinggo terlebih dulu akan memroses Peraturan Bupati (Perbup) sebagai payung hukum perekrutan tenaga BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) non PNS. (wan/ast)


COMMENTS