Penulis : Wawan Bromo FM Senin, 05Desember 2016 KRAKSAAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo tahun 2016 hi...
Penulis : Wawan Bromo FM
Senin, 05Desember 2016
KRAKSAAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo tahun 2016 hingga akhir September (triwulan III) mencapai Rp 162.269.507.540,22 atau 75,67% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 214.448.513.022,00. Perolehan PAD ini berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah dan lain-lain PAD yang sah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Probolinggo, Hadi Prayitno. “Dengan capaian ini kami optimistis target PAD bisa dipenuhi,” ungkapnya, Selasa (06/12/2016.
Mantan Asisten Tata Praja ini menerangkan, perolehan PAD dari sektor pajak daerah mencapai 82,07% atau sebesar Rp 32.854.555.952,00 dari target Rp 40.033.000.000,00. Untuk retribusi daerah mencapai 81,04% atau sebesar Rp 18.002.387.964,00 dari target Rp22.213.150.000,00.
“Kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah mencapai Rp 5.491.010.522,00 dan sudah 100% diserahkan kepada Pemkab Probolinggo. Sementara untuk sektor lain-lain PAD yang sah perolehannya mencapai 72,20% atau sebesar Rp 105.921.553.102,22 dari target sebesar Rp 146.711.352.500,00,” jelasnya.
Hadi menegaskan bahwa target ini bisa dicapai karena upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah yang dilakukan Dispenda. Intensifikasi artinya meningkatkan optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah.
“Sementara ekstensifikasi melakukan penjaringan wajib pajak dan retribusi daerah yang baru. Selain itu, kami juga mengefektifkan dan mengefesienkan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah,” pungkasnya. (wan/ast)
Senin, 05Desember 2016
KRAKSAAN – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Probolinggo tahun 2016 hingga akhir September (triwulan III) mencapai Rp 162.269.507.540,22 atau 75,67% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 214.448.513.022,00. Perolehan PAD ini berasal dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah dan lain-lain PAD yang sah.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Probolinggo, Hadi Prayitno. “Dengan capaian ini kami optimistis target PAD bisa dipenuhi,” ungkapnya, Selasa (06/12/2016.
Mantan Asisten Tata Praja ini menerangkan, perolehan PAD dari sektor pajak daerah mencapai 82,07% atau sebesar Rp 32.854.555.952,00 dari target Rp 40.033.000.000,00. Untuk retribusi daerah mencapai 81,04% atau sebesar Rp 18.002.387.964,00 dari target Rp22.213.150.000,00.
“Kemudian hasil pengelolaan kekayaan daerah mencapai Rp 5.491.010.522,00 dan sudah 100% diserahkan kepada Pemkab Probolinggo. Sementara untuk sektor lain-lain PAD yang sah perolehannya mencapai 72,20% atau sebesar Rp 105.921.553.102,22 dari target sebesar Rp 146.711.352.500,00,” jelasnya.
Hadi menegaskan bahwa target ini bisa dicapai karena upaya intensifikasi dan ekstensifikasi pajak daerah dan retribusi daerah yang dilakukan Dispenda. Intensifikasi artinya meningkatkan optimalisasi potensi pajak dan retribusi daerah.
“Sementara ekstensifikasi melakukan penjaringan wajib pajak dan retribusi daerah yang baru. Selain itu, kami juga mengefektifkan dan mengefesienkan pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah,” pungkasnya. (wan/ast)


COMMENTS