Penulis : Dimas Bromo FM Senin, 26 Desember 2016 PAJARAKAN – Polres Probolinggo masih mendalami kematian Masto, 65, yang tewas dibondet, ...
Penulis : Dimas Bromo FM
Senin, 26 Desember 2016
PAJARAKAN – Polres Probolinggo masih mendalami kematian Masto, 65, yang tewas dibondet, Sabtu (17/12/2016) malam lalu. Polisi menduga pelaku pelemparan bondet merupakan orang dekat korban.
Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengusut kasus tersebut.
Dari penyelidikan sementara, ia menyebut pihaknya telah mengantongi dua nama yang diduga sebagai pelaku. “Dari hasil penyelidikan, kami telah mengantongi dua nama. Kini kami sedang melakukan pengejaran pada kedua pelaku tersebut,” katanya.
Mantan Kasubdit III Diresnarkoba Polda Metro Jaya ini menjelaskan, dari keterangan istri korban, Sukarning diketahui kalau pelaku berjumlah dua orang. Setelah melempar bondet ke arah korban, kedua pelaku lari dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.
Menurutnya, kedua pelaku tersebut diduga masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari istri korban, sesaat sebelum kejadian, korban sempat terlibat pertengkaran terkait masalah isu santet.
“Kami menduga pelakunya masih kerabat korban. Sebab, dari keterangan saksi, korban sempat bertengkar dengan mereka. Motifnya kemungkinan karena sakit hati terkait masalah santet,” jelas Arman.
Namun, perwira dengan dua melati di pundaknya ini mengaku hal tersebut masih baru sebatas dugaan dari pihak kepolisian. Sebab, kasus ini masih terus didalami. Termasuk memburu kedua pelaku yang hingga saat ini belum tertangkap.
Kepala Desa Duren Suraji Effendi yang masih adik ipar korban mengaku, ia tidak tahu pasti motif penyerangan kepada saudaranya itu. Namun, menurutnya, beberapa tahun lalu Masto sempat terlibat cekcok dengan kerabatnya sendiri yang berasal dari desa tetangga.
Pada 2010 disebutkannya, rumah Masto sempat didatangi kerabatnya asal desa sebelah. Kerabatnya itu menuduh meninggalnya salah seorang saudaranya tak wajar. Nah, sosok Mastolah yang jadi sasaran.
Masto sempat dituduh mempunyai ilmu hitam dengan mengguna-gunai korban. Sebab, selain jadi petani, Masto juga dikenal sebagai dukun. Arah pelaku pembunuhan orang dekat menguat lantaran kerabat yang sempat cekcok dengan Masto beberapa waktu lalu itu saat ini tengah tak ada di rumahnya. Petugas setempat pun sejauh ini belum bisa mendapatkan keterangan dari kerabat tersebut. (maz/ast)
Senin, 26 Desember 2016
PAJARAKAN – Polres Probolinggo masih mendalami kematian Masto, 65, yang tewas dibondet, Sabtu (17/12/2016) malam lalu. Polisi menduga pelaku pelemparan bondet merupakan orang dekat korban.
Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengusut kasus tersebut.
Dari penyelidikan sementara, ia menyebut pihaknya telah mengantongi dua nama yang diduga sebagai pelaku. “Dari hasil penyelidikan, kami telah mengantongi dua nama. Kini kami sedang melakukan pengejaran pada kedua pelaku tersebut,” katanya.
Mantan Kasubdit III Diresnarkoba Polda Metro Jaya ini menjelaskan, dari keterangan istri korban, Sukarning diketahui kalau pelaku berjumlah dua orang. Setelah melempar bondet ke arah korban, kedua pelaku lari dengan berboncengan menggunakan sepeda motor.
Menurutnya, kedua pelaku tersebut diduga masih memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari istri korban, sesaat sebelum kejadian, korban sempat terlibat pertengkaran terkait masalah isu santet.
“Kami menduga pelakunya masih kerabat korban. Sebab, dari keterangan saksi, korban sempat bertengkar dengan mereka. Motifnya kemungkinan karena sakit hati terkait masalah santet,” jelas Arman.
Namun, perwira dengan dua melati di pundaknya ini mengaku hal tersebut masih baru sebatas dugaan dari pihak kepolisian. Sebab, kasus ini masih terus didalami. Termasuk memburu kedua pelaku yang hingga saat ini belum tertangkap.
Kepala Desa Duren Suraji Effendi yang masih adik ipar korban mengaku, ia tidak tahu pasti motif penyerangan kepada saudaranya itu. Namun, menurutnya, beberapa tahun lalu Masto sempat terlibat cekcok dengan kerabatnya sendiri yang berasal dari desa tetangga.
Pada 2010 disebutkannya, rumah Masto sempat didatangi kerabatnya asal desa sebelah. Kerabatnya itu menuduh meninggalnya salah seorang saudaranya tak wajar. Nah, sosok Mastolah yang jadi sasaran.
Masto sempat dituduh mempunyai ilmu hitam dengan mengguna-gunai korban. Sebab, selain jadi petani, Masto juga dikenal sebagai dukun. Arah pelaku pembunuhan orang dekat menguat lantaran kerabat yang sempat cekcok dengan Masto beberapa waktu lalu itu saat ini tengah tak ada di rumahnya. Petugas setempat pun sejauh ini belum bisa mendapatkan keterangan dari kerabat tersebut. (maz/ast)



COMMENTS