Penulis : Wawan Bromo FM Minggu, 25 Desember 2016 KRAKSAAN – Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo setiap tahun masih ...
Minggu, 25 Desember 2016
KRAKSAAN – Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Probolinggo setiap tahun masih tinggi. Bahkan angka kematian belum menunjukkan penurunan signifikan. Hal ini terbukti, tahun 2014 jumlah kematian ibu sebanyak 24 ibu (130,51 per 100.000 Kelahiran Hidup/KH).
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, dr Shodiq Tjahjono. Menurutnya, jumlah ini kemudian naik menjadi 26 ibu (140,62 per 100.000 KH) tahun 2015. “Tahun 2016 sampai dengan Nopember sejumlah 19 ibu yang meninggal,” katanya.
Menurut Shodiq, penyebab kematian ibu terbanyak adalah Pre Eklamsia, sebanyak 10 ibu. “Untuk itu kita sepakat bahwa tahun 2017 kita harus perang terhadap Pre Eklamsia,” jelasnya.
Tidak hanya ibu, angka kematian bayi juga belum turun maksimal. Tercatat tahun 2014 sebanyak 235 bayi (12,78 per 1000 KH, meningkat menjadi 242 bayi (13,08 per 1.000 KH) tahun 2015. Sedangkan tahun 2016 sampai Nopember sejumlah 204 bayi yang meninggal.
“Hal ini menunjukkan banyak kematian bayi yang ditemukan dan terlaporkan oleh petugas kesehatan. Berarti masyarakat sudah percaya pada pertolongan ole


COMMENTS