Penulis : Dimas Bromo FM Rabu, 07 Desember 2016 KRAKSAAN – Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kecang yang terjadi beberapa har...
Penulis : Dimas Bromo FM
Rabu, 07 Desember 2016
KRAKSAAN – Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kecang yang terjadi beberapa hari terakhir di Kabupaten Probolinggo tidak membuat nelayan berhenti melaut. Sejumlah nelayan tetap berlayar meski gelombang laut cukup ekstrem.
Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo juga tak bisa melarang mereka. Salah seorang nelayan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Romli mengaku, tetap berlayar sebagaimana hari biasa.
Setiap hari berangkat melaut sekitar pukul 14.00 WIB. Untuk menghindari hujan deras, Romli mengaku membawa jas hujan. “Beberapa hari ini saya selalu membawa mantel (jas hujan) saat berlayar. Sebab, seminggu terakhir hujan kerap turun dengan intensitas yang tinggi disertai angin kencang,” ujarnya.
Meski cuaca cukup ekstrem, Romli mengaku tetap mencari ikan hingga ke tengah laut. Sebab, ketinggian gelombang masih dapat di atasi. Namun, tangkapan yang diperoleh beberapa hari terakhir cenderung menurun.
Saat hari-hari biasa, Romli bisa memperoleh hasil tangkapan 5 kuintal ikan. Namun, sejak beberapa hari ini hasil tangkapannya hanya berkisar 2 kuintal. “Hujan deras yang turun membuat saya kesulitan mencari ikan. Apalagi, hujan yang terjadi kadang-kadang sampai tengah malam,” ujar bapak tiga anak ini.
Sementara Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan, pihaknya tetap menyosialisasikan kepada nelayan agar tidak berlayar saat cuaca ekstrem. Tujuannya, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Namun, kami tidak bisa melarang secara penuh. Sebab, yang lebih mengetahui dan memahami kondisi laut nelayan itu sendiri,” ujarnya. (maz/ast)
Rabu, 07 Desember 2016
KRAKSAAN – Cuaca buruk berupa hujan deras disertai angin kecang yang terjadi beberapa hari terakhir di Kabupaten Probolinggo tidak membuat nelayan berhenti melaut. Sejumlah nelayan tetap berlayar meski gelombang laut cukup ekstrem.
Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo juga tak bisa melarang mereka. Salah seorang nelayan di Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Romli mengaku, tetap berlayar sebagaimana hari biasa.
Setiap hari berangkat melaut sekitar pukul 14.00 WIB. Untuk menghindari hujan deras, Romli mengaku membawa jas hujan. “Beberapa hari ini saya selalu membawa mantel (jas hujan) saat berlayar. Sebab, seminggu terakhir hujan kerap turun dengan intensitas yang tinggi disertai angin kencang,” ujarnya.
Meski cuaca cukup ekstrem, Romli mengaku tetap mencari ikan hingga ke tengah laut. Sebab, ketinggian gelombang masih dapat di atasi. Namun, tangkapan yang diperoleh beberapa hari terakhir cenderung menurun.
Saat hari-hari biasa, Romli bisa memperoleh hasil tangkapan 5 kuintal ikan. Namun, sejak beberapa hari ini hasil tangkapannya hanya berkisar 2 kuintal. “Hujan deras yang turun membuat saya kesulitan mencari ikan. Apalagi, hujan yang terjadi kadang-kadang sampai tengah malam,” ujar bapak tiga anak ini.
Sementara Kepala Diskanla Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan, pihaknya tetap menyosialisasikan kepada nelayan agar tidak berlayar saat cuaca ekstrem. Tujuannya, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Namun, kami tidak bisa melarang secara penuh. Sebab, yang lebih mengetahui dan memahami kondisi laut nelayan itu sendiri,” ujarnya. (maz/ast)



COMMENTS