Penulis : Dimas Bromo FM Selasa, 06 Desember 2016 SUMBERASIH – Diduga gara-gara ugal-ugalan saat mengemudi, Sudarman, pengemudi pikap dan...
Penulis : Dimas Bromo FM
Selasa, 06 Desember 2016
SUMBERASIH – Diduga gara-gara ugal-ugalan saat mengemudi, Sudarman, pengemudi pikap dan kernetnya, Kabul, harus dilarikan ke rumah sakit. Senin (05/12/2016), pikap yang mereka kendarai adu moncong dengan dump truck di Jalur Pantura, Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Informasinya, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Saat itu, pikap bernopol P 8116 VO yang dikemudikan Sudarman, 45, warga Bekasi, Jawa Barat, melaju dari barat. Sesampai di tempat kejadian perkara, pikap tanpa muatan itu mendahului kendaraan yang belum diketahui identitasnya.
Saat itu juga, dari arah berlawanan melaju dump truck bernopol N 9384 US. Rupanya, Sudarman tak bisa menghindari kecelakaan. Pikapnya adu moncong dengan dump truck bermuatan pasir yang dikemudikan Atmari, 35, warga Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.
“Saya posisi melaju dari timur. Tiba-tiba pikap itu menyalip, saya gak bisa menghindar. Jadi, tambrakan adu depan,” ujar Atmari. Atmari memang selamat. Namun, Sudarman dan kernetnya Kabul, 46, warga Genteng, Kabupaten Banyuwangi, sempat terjepit bodi mobil.
Bahkan, anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota dan warga sempat kesulitan mengevakuasi mereka. Berhasil dievakuasi, mereka dilarikan ke IGD RSUD Tongas. Kecelakaan ini juga menyebabkan kemacetan sepanjang sekitar 4 kilometer, sekitar satu jam di Jalur Pantura, Kecamatan Sumberasih.
Sebab, saat itu bodi dump truck dan pikap masih ada di tengah jalan. Sehingga, petugas mendatangkan truk derek untuk memindahkan dua kendaraan ini ke tepi jalan di depan Warung Kencur, Sumberasih.
Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Samsul Hadi mengatakan, sopir dan kernet pikap langsung dilarikan ke IGD RSUD Tongas. Sebab, mereka mengalami luka berat karena terjepit bodi mobil.
“Arus lalu lintas memang sempat macet panjang. Karena setelah kecelakaan kedua kendaraan masih di tengah jalan. Tapi, petugas segera mengevakuasi ke tepi jalan dan arus kembali tidak macet, hanya padat merayap,” ujarnya.
Samsul mengatakan, kecelakaan itu diduga kuat karena pengemudi pikap yang ngebut. Pikap yang datang dari barat mendahului kendaraan dan menabrak dump truck dari arah berlawanan. “Jalur Jalan Raya Sumberasih-Tongas ini memang rawan kecelakaan. Karena jalan lurus dan ramai kendaraan,” ujarnya. (maz/ast)
Selasa, 06 Desember 2016
SUMBERASIH – Diduga gara-gara ugal-ugalan saat mengemudi, Sudarman, pengemudi pikap dan kernetnya, Kabul, harus dilarikan ke rumah sakit. Senin (05/12/2016), pikap yang mereka kendarai adu moncong dengan dump truck di Jalur Pantura, Desa Ambulu, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.
Informasinya, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Saat itu, pikap bernopol P 8116 VO yang dikemudikan Sudarman, 45, warga Bekasi, Jawa Barat, melaju dari barat. Sesampai di tempat kejadian perkara, pikap tanpa muatan itu mendahului kendaraan yang belum diketahui identitasnya.
Saat itu juga, dari arah berlawanan melaju dump truck bernopol N 9384 US. Rupanya, Sudarman tak bisa menghindari kecelakaan. Pikapnya adu moncong dengan dump truck bermuatan pasir yang dikemudikan Atmari, 35, warga Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.
“Saya posisi melaju dari timur. Tiba-tiba pikap itu menyalip, saya gak bisa menghindar. Jadi, tambrakan adu depan,” ujar Atmari. Atmari memang selamat. Namun, Sudarman dan kernetnya Kabul, 46, warga Genteng, Kabupaten Banyuwangi, sempat terjepit bodi mobil.
Bahkan, anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota dan warga sempat kesulitan mengevakuasi mereka. Berhasil dievakuasi, mereka dilarikan ke IGD RSUD Tongas. Kecelakaan ini juga menyebabkan kemacetan sepanjang sekitar 4 kilometer, sekitar satu jam di Jalur Pantura, Kecamatan Sumberasih.
Sebab, saat itu bodi dump truck dan pikap masih ada di tengah jalan. Sehingga, petugas mendatangkan truk derek untuk memindahkan dua kendaraan ini ke tepi jalan di depan Warung Kencur, Sumberasih.
Kasatlantas Polres Probolinggo Kota AKP Samsul Hadi mengatakan, sopir dan kernet pikap langsung dilarikan ke IGD RSUD Tongas. Sebab, mereka mengalami luka berat karena terjepit bodi mobil.
“Arus lalu lintas memang sempat macet panjang. Karena setelah kecelakaan kedua kendaraan masih di tengah jalan. Tapi, petugas segera mengevakuasi ke tepi jalan dan arus kembali tidak macet, hanya padat merayap,” ujarnya.
Samsul mengatakan, kecelakaan itu diduga kuat karena pengemudi pikap yang ngebut. Pikap yang datang dari barat mendahului kendaraan dan menabrak dump truck dari arah berlawanan. “Jalur Jalan Raya Sumberasih-Tongas ini memang rawan kecelakaan. Karena jalan lurus dan ramai kendaraan,” ujarnya. (maz/ast)



COMMENTS