Penulis : Dimas Bromo FM Jum'at, 30 Desember 2016 KRAKSAAN – Banyaknya daerah di Jawa Timur yang tidak dapat memenuhi kuota asuransi ...
Penulis : Dimas Bromo FM
Jum'at, 30 Desember 2016
KRAKSAAN – Banyaknya daerah di Jawa Timur yang tidak dapat memenuhi kuota asuransi nelayan dari pusat, menjadi berkah bagi nelayan di Kabupaten Probolinggo. Sedikitnya, 10.800 nelayan dari total 11.855 orang, tercatat mendapat jatah asuransi tahun ini.
Sementara sisanya, yakni 1.055 orang tidak mendapat jatah karena tidak memenuhi persyaratan. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan, jumlah nelayan di Kabupaten Probolinggo yang mendapat jatah asuransi mencapai 91,1 persen.
“Alhamdulillah, 10.800 nelayan Kabupaten Probolinggo dapat jatah asuransi dari pusat tahun ini,” katanya. Dedy menjelaskan, semula pihaknya mengajukan 4.800 nelayan sesuai permintaan dari pusat, pada 10 Desember lalu.
Namun, karena minimnya serapan asuransi di kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta Pemkab Probolinggo menambah jumlah nelayan yang diusulkan. Diskanla lantas bergerak cepat dengan mendata nelayan yang sebelumnya belum mendapat jatah.
Hasilnya, terkumpul 7.200 nelayan. Ternyata, KKP kembali meminta pemkab menambah jumlah penerima asuransi. Dan, hingga batas akhir pengumpulan pada 16 Desember lalu, jumlah nelayan yang terkumpul bertambah 3.600 orang.
Sementara sisanya, yakni 1.055 orang, tidak mendapat asuransi karena tidak memenuhi persyaratan. “Di antaranya, mereka sudah berusia di atas 65 tahun dan kapalnya di atas 10 GT (gross tonnage, Red),” jelas Dedy.
Seperti diketahui, KKP memberikan jatah asuransi pada nelayan se-Indonesia. Asuransi ini ditujukan pada nelayan kecil, dengan perahu 5 GT ke bawah. Serta, usianya maksimal 65 tahun. Selain itu, nelayan tersebut harus memiliki kartu nelayan dan tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang. (maz/ast)
Jum'at, 30 Desember 2016
KRAKSAAN – Banyaknya daerah di Jawa Timur yang tidak dapat memenuhi kuota asuransi nelayan dari pusat, menjadi berkah bagi nelayan di Kabupaten Probolinggo. Sedikitnya, 10.800 nelayan dari total 11.855 orang, tercatat mendapat jatah asuransi tahun ini.
Sementara sisanya, yakni 1.055 orang tidak mendapat jatah karena tidak memenuhi persyaratan. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan, jumlah nelayan di Kabupaten Probolinggo yang mendapat jatah asuransi mencapai 91,1 persen.
“Alhamdulillah, 10.800 nelayan Kabupaten Probolinggo dapat jatah asuransi dari pusat tahun ini,” katanya. Dedy menjelaskan, semula pihaknya mengajukan 4.800 nelayan sesuai permintaan dari pusat, pada 10 Desember lalu.
Namun, karena minimnya serapan asuransi di kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meminta Pemkab Probolinggo menambah jumlah nelayan yang diusulkan. Diskanla lantas bergerak cepat dengan mendata nelayan yang sebelumnya belum mendapat jatah.
Hasilnya, terkumpul 7.200 nelayan. Ternyata, KKP kembali meminta pemkab menambah jumlah penerima asuransi. Dan, hingga batas akhir pengumpulan pada 16 Desember lalu, jumlah nelayan yang terkumpul bertambah 3.600 orang.
Sementara sisanya, yakni 1.055 orang, tidak mendapat asuransi karena tidak memenuhi persyaratan. “Di antaranya, mereka sudah berusia di atas 65 tahun dan kapalnya di atas 10 GT (gross tonnage, Red),” jelas Dedy.
Seperti diketahui, KKP memberikan jatah asuransi pada nelayan se-Indonesia. Asuransi ini ditujukan pada nelayan kecil, dengan perahu 5 GT ke bawah. Serta, usianya maksimal 65 tahun. Selain itu, nelayan tersebut harus memiliki kartu nelayan dan tidak menggunakan alat tangkap yang dilarang. (maz/ast)



COMMENTS