Penulis : Dimaz Bromo FM Sabtu, 26 November 2016 KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo sudah mencairkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Sabtu, 26 November 2016
KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo sudah mencairkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap akhir sejak awal Oktober lalu. Namun, belum semua desa di Kabupaten Probolinggo yang mencairkan anggaran tersebut.
Kabag Pemerintahan Pemkab Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, dari data yang diterimanya hingga Jum’at (25/11/2016), 5 desa dari 325 desa yang ada, belum mencairkan DD tahap 2. Sementara untuk ADD tahap 3, terhitung 83 desa belum mencairkan.
“Lima desa belum cairkan DD tahap terakhir dan 83 desa belum cairkan ADD tahap akhir,” katanya. Edy menjelaskan, untuk ADD tidak terlalu masalah. Sebab, ini digunakan untuk pembiayaan non operasional, berupa pembayaran penghasilan tetap (siltap) perangkat desa dan pengerjaan nonfisik.
Berbeda dengan DD, yang 40 persen di antaranya merupakan pekerjaan fisik. Karena itu, ia berharap agar pemerintah desa segera menyelesaikan Surat Pertanggungjawaban (SPj) untuk DD tahap pertama dan ADD tahap kedua.
Pasalnya, jika tidak segera dicairkan hingga batas waktu 30 Desember, dikhawatirkan penyerapan DD dan ADD tidak maksimal. Kalau sampai tanggal 30 Desember mendatang belum terserap, maka sisanya harus kembali ke rekening desa sebagai kegiatan yang belum dilaksanakan. Dan, menjadi sisa lebih anggaran (Silpa) pada tahun 2017 yang berakibat pengurangan dana tersebut.
“Kalau sampai terjadi Silpa, maka dapat berakibat pengurangan besaran DD dan ADD yang diterima desa tersebut pada tahun 2017,” jelas mantan Camat Sumberasih ini.
Sementara Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Probolinggo Kusmo mengatakan, keterlambatan pencairan disebabkan oleh faktor cuaca, yakni hujan.
Sebab, saat hujan, maka pekerjaan fisik tidak bisa maksimal. Namun, ia memastikan awal Desember mendatang, semua desa sudah mencairkannya. “Lagi pula pengerjaan fisik tidak terlalu banyak seperti tahap pertama. Jadi, saya kira desa dapat mengebutnya dalam satu bulan terakhir dan tidak sampai terjadi Silpa,” katanya. (maz/ast)
Sabtu, 26 November 2016
KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo sudah mencairkan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap akhir sejak awal Oktober lalu. Namun, belum semua desa di Kabupaten Probolinggo yang mencairkan anggaran tersebut.
Kabag Pemerintahan Pemkab Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, dari data yang diterimanya hingga Jum’at (25/11/2016), 5 desa dari 325 desa yang ada, belum mencairkan DD tahap 2. Sementara untuk ADD tahap 3, terhitung 83 desa belum mencairkan.
“Lima desa belum cairkan DD tahap terakhir dan 83 desa belum cairkan ADD tahap akhir,” katanya. Edy menjelaskan, untuk ADD tidak terlalu masalah. Sebab, ini digunakan untuk pembiayaan non operasional, berupa pembayaran penghasilan tetap (siltap) perangkat desa dan pengerjaan nonfisik.
Berbeda dengan DD, yang 40 persen di antaranya merupakan pekerjaan fisik. Karena itu, ia berharap agar pemerintah desa segera menyelesaikan Surat Pertanggungjawaban (SPj) untuk DD tahap pertama dan ADD tahap kedua.
Pasalnya, jika tidak segera dicairkan hingga batas waktu 30 Desember, dikhawatirkan penyerapan DD dan ADD tidak maksimal. Kalau sampai tanggal 30 Desember mendatang belum terserap, maka sisanya harus kembali ke rekening desa sebagai kegiatan yang belum dilaksanakan. Dan, menjadi sisa lebih anggaran (Silpa) pada tahun 2017 yang berakibat pengurangan dana tersebut.
“Kalau sampai terjadi Silpa, maka dapat berakibat pengurangan besaran DD dan ADD yang diterima desa tersebut pada tahun 2017,” jelas mantan Camat Sumberasih ini.
Sementara Sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Probolinggo Kusmo mengatakan, keterlambatan pencairan disebabkan oleh faktor cuaca, yakni hujan.
Sebab, saat hujan, maka pekerjaan fisik tidak bisa maksimal. Namun, ia memastikan awal Desember mendatang, semua desa sudah mencairkannya. “Lagi pula pengerjaan fisik tidak terlalu banyak seperti tahap pertama. Jadi, saya kira desa dapat mengebutnya dalam satu bulan terakhir dan tidak sampai terjadi Silpa,” katanya. (maz/ast)


COMMENTS