Penulis : Dimas Bromo FM Kamis, 03 November 2016 LUMBANG - Ajakan demo besar-besaran di Jakarta tanggal 4 November 2016 menuntut proses h...
Penulis : Dimas Bromo FM
Kamis, 03 November 2016
LUMBANG - Ajakan demo besar-besaran di Jakarta tanggal 4 November 2016 menuntut proses hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga telah melakukan penistaan agama, menjadi perhatian Polres Probolinggo.
Untuk menciptakan situasi kondusif khususnya di wilayah hukum Polres Probolinggo, Rabu (2/11/2016) malam, Kasat Binmas AKP Hendrix K. Wardhana bersama Kapolsek Lumbang AKP Mustadji dan Forkopimka Lumbang menggelar acara sholawat dan doa bersama warga Kecamatan Lumbang. Acara yang dihadiri juga Ketua Sholawat Kabupaten Probolinggo Gus Imam ini diikuti sekitar 2.500 orang jamaah.
Selain menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, Kasat Binmas juga menghimbau kepada seluruh jamaah yang hadir untuk tidak ikut serta melakukan aksi unjuk rasa di wilayah Kabupaten Probolinggo maupun berangkat ke Jakarta hari Jumat besok.
“Isu kasus penistaan agama ini sebaiknya diserahkan saja kepada pihak kepolisian untuk mewujudkan kesatuan NKRI. Kita tidak perlu ikut serta atau terpengaruh untuk berunjuk rasa, lebih baik kita bersholawat dan berdoa bersama untuk mendoakan keselamatan umat dan keutuhan NKRI,” katanya. (maz/ast)
Kamis, 03 November 2016
LUMBANG - Ajakan demo besar-besaran di Jakarta tanggal 4 November 2016 menuntut proses hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga telah melakukan penistaan agama, menjadi perhatian Polres Probolinggo.
Untuk menciptakan situasi kondusif khususnya di wilayah hukum Polres Probolinggo, Rabu (2/11/2016) malam, Kasat Binmas AKP Hendrix K. Wardhana bersama Kapolsek Lumbang AKP Mustadji dan Forkopimka Lumbang menggelar acara sholawat dan doa bersama warga Kecamatan Lumbang. Acara yang dihadiri juga Ketua Sholawat Kabupaten Probolinggo Gus Imam ini diikuti sekitar 2.500 orang jamaah.
Selain menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, Kasat Binmas juga menghimbau kepada seluruh jamaah yang hadir untuk tidak ikut serta melakukan aksi unjuk rasa di wilayah Kabupaten Probolinggo maupun berangkat ke Jakarta hari Jumat besok.
“Isu kasus penistaan agama ini sebaiknya diserahkan saja kepada pihak kepolisian untuk mewujudkan kesatuan NKRI. Kita tidak perlu ikut serta atau terpengaruh untuk berunjuk rasa, lebih baik kita bersholawat dan berdoa bersama untuk mendoakan keselamatan umat dan keutuhan NKRI,” katanya. (maz/ast)



COMMENTS