Penulis : Dimas Bromo FM Selasa,22 November 2016 MARON – Bidan Desa Sumberdawe, Kecamatan Maron, Wahyuni Febriati berharap agar ke depa...
Penulis : Dimas Bromo FM
Selasa,22 November 2016
Selasa,22 November 2016
MARON – Bidan Desa Sumberdawe, Kecamatan Maron, Wahyuni Febriati berharap agar ke depan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) berkurang dan masyarakat lebih bisa menerapkan hidup bersih dan sehat. “Kebetulan motivasi saya menjadi bidan karena ingin memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.Perempuan kelahiran Probolinggo, 14 Pebruari 1987 ini berpesan kepada masyarakat, terutama para ibu balita agar lebih rajin membawa putra dan putrinya ke Posyandu. Serta untuk ibu hamil diharapkan rutin memeriksakan kehamilannya di Posyandu, Ponkesdes atau di Puskesmas terdekat.
“Tugas bidan itu adalah menurunkan kematian ibu dan bayi serta menurunkan kesakitan dan kematian anak. Kunci sukses menjadi bidan itu harus bekerja ikhlas semata-mata karena Allah, ” jelas istri Puji Mulyanto ini.
Anak kedua dari dua bersaudara pasangan Tri Santuso dan Muryati ini mengaku, memiliki pengalaman berkesan saat melayani masyarakat. Di mana penduduk Desa Sumberdawe yang dulunya melakukan persalinan ke dukun akhirnya secara berangsur-angsur melakukan persalinan ke bidan. Sisi lain, dukun akhirnya membantu bidan.
“Sebuah kebanggaan tersendiri apabila bidan bisa bermanfaat untuk orang lain. Misalnya membantu persalinan dengan selamat dan melihat senyum bahagia dari mereka,” pungkas perempuan yang hobi membaca ini. (wan/ast)


COMMENTS