Penulis : Dimaz Bromo Fm Jumat, 07/10/2016 GADING – Di sisi lain, Polres Probolinggo juga terus menyelidiki atas adanya laporan sejumlah ...
Penulis : Dimaz Bromo Fm
Jumat, 07/10/2016
GADING – Di sisi lain, Polres Probolinggo juga terus menyelidiki atas adanya laporan sejumlah pengikut Padepokan Dimas Kanjeng yang disebut meninggal dan dikuburkan di areal padepokan. Saat ini pihak kepolisian sudah menemukan dua titik kuburan yang diduga kuat pengikut Padepokan Dimas Kanjeng.
Kuburan itu diduga merupakan kuburan pria dan wanita. Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengaku, hasil bahan keterangan (baket) sementara, ada yang menyebutkan bahwa dua pengikut (laki dan perempuan) padepokan meninggal dan dikubur di areal padepokan.
Namun, pihaknya hingga saat ini belum mengantongi identitas pengikut yang tewas tersebut. ”Kuburannya itu bukan pas di padepokan atau sekitar masjid itu. Di luar padepokan, tapi tetap di lahan aset padepokan,” ujarnya.
Hingga saat ini diakui Kapolres, pihaknya belum dapat memastikan kematian dua pengikut itu. Apakah meninggal wajar atau tidak. Sebab, untuk bisa menyelidiki lebih lanjut itu, harus diawali dengan identitas korban. Saat identitas sudah diketahui, bisa diselidiki penyebab kematian sampai melakukan pembongkaran kuburan.
”Kalau belum ada identitasnya, keluarganya belum diketahui, juga belum bisa ditindaklanjuti. Karena itu, sekarang masih diselidiki keluarganya dimana,” terangnya. Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat identitas kedua korban itu belum diketahui.
Di antaranya, korban tidak pernah pamit pada keluarganya untuk pergi ke padepokan, keluarganya bisa juga jadi tidak mengetahui keikutsertaan korban di padepokan. ”Karena itu, kami berharap masyarakat untuk segera melapor, jika ada sanak keluarganya yang menghilang atau tidak pulang,” harapnya. (maz/ast)
Jumat, 07/10/2016
GADING – Di sisi lain, Polres Probolinggo juga terus menyelidiki atas adanya laporan sejumlah pengikut Padepokan Dimas Kanjeng yang disebut meninggal dan dikuburkan di areal padepokan. Saat ini pihak kepolisian sudah menemukan dua titik kuburan yang diduga kuat pengikut Padepokan Dimas Kanjeng.
Kuburan itu diduga merupakan kuburan pria dan wanita. Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengaku, hasil bahan keterangan (baket) sementara, ada yang menyebutkan bahwa dua pengikut (laki dan perempuan) padepokan meninggal dan dikubur di areal padepokan.
Namun, pihaknya hingga saat ini belum mengantongi identitas pengikut yang tewas tersebut. ”Kuburannya itu bukan pas di padepokan atau sekitar masjid itu. Di luar padepokan, tapi tetap di lahan aset padepokan,” ujarnya.
Hingga saat ini diakui Kapolres, pihaknya belum dapat memastikan kematian dua pengikut itu. Apakah meninggal wajar atau tidak. Sebab, untuk bisa menyelidiki lebih lanjut itu, harus diawali dengan identitas korban. Saat identitas sudah diketahui, bisa diselidiki penyebab kematian sampai melakukan pembongkaran kuburan.
”Kalau belum ada identitasnya, keluarganya belum diketahui, juga belum bisa ditindaklanjuti. Karena itu, sekarang masih diselidiki keluarganya dimana,” terangnya. Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat identitas kedua korban itu belum diketahui.
Di antaranya, korban tidak pernah pamit pada keluarganya untuk pergi ke padepokan, keluarganya bisa juga jadi tidak mengetahui keikutsertaan korban di padepokan. ”Karena itu, kami berharap masyarakat untuk segera melapor, jika ada sanak keluarganya yang menghilang atau tidak pulang,” harapnya. (maz/ast)



COMMENTS