Penulis : Dimaz Bromo FM Jum'at, 14/10/2016 GADING – Polisi terus menelusuri kabar adanya pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Priba...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Jum'at, 14/10/2016
GADING – Polisi terus menelusuri kabar adanya pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang meninggal di area padepokan. Sejauh ini pihak kepolisian memastikan ada empat pengikut padepokan yang meninggal di area padepokan.
Jenazah satu pengikut yang meninggal itu diketahui dikuburkan di area padepokan. Sementara tiga lainnya dibawa pulang oleh keluarganya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, satu pengikut padepokan yang meninggal dan dikubur di sisi timur padepokan itu bernama Ani asal Papua.
Ia meninggal pada 2013 silam. Sementara, tiga pengikut yang meninggal lainnya berinisial S asal Brebes; inisial SN asal Kabupaten Magetan dan N asal Ngawi. Ketiga pengikut berjenis kelamin laki-laki itu diduga meninggal pada tahun ini dan dibawa pulang ke kampung halaman oleh keluarganya.
Polisi mencurigai masih ada pengikut padepokan yang meninggal lainnya. Indikasi itu menguat lantaran ditemukan dua titik kuburan yang belum diketahui asal usulnya. Dua makam itu diduga kuat juga makam pengikut padepokan yang terletak di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo tersebut.
Informasi yang diperoleh petugas, satu kuburan itu disinyalir makam balita dan satu kuburan lagi orang dewasa yang diperkirakan asal Kalimantan. Kedua titik kuburan itu pertama terletak tepat di sisi utara rumah utama Dimas Kanjeng.
Sementara satu kuburan lagi berada di sekitar 50 meter atau berada di pertigaan sisi utara rumah utama Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Kamis (13/10/2016), Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengecek langsung tiga titik lokasi makam yang diduga sebagai pengikut padepokan tersebut.
Dimulai dari mengecek makam yang ada di samping sisi utara rumah utama Dimas Kanjeng, dilanjut ke pertigaan dan keliling sampai ke sisi timur asrama putra padepokan. ”Tiga titik kuburan itu yang diduga merupakan kuburan pengikut padepokan. Satu titik kuburan bernama Ani asal Papua. Sedangkan, dua titik kuburan lagi masih kami selidiki identitasnya,” kata Arman.
Perwira polisi dengan dua melati ini menjelaskan, hingga saat ini pihaknya sudah mengantongi ada empat identitas pengikut padepokan yang meninggal saat berada di padepokan. Satu pengikut meninggal pada 2013 dan tiga pengikut lagi meninggal pada 2016.
”Tiga pengikut yang meninggal di padepokan dibawa pulang oleh keluarganya untuk dikuburkan di daerah asalnya,” terangnya.
Arman menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan termasuk mendatangi
Jum'at, 14/10/2016
GADING – Polisi terus menelusuri kabar adanya pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang meninggal di area padepokan. Sejauh ini pihak kepolisian memastikan ada empat pengikut padepokan yang meninggal di area padepokan.
Jenazah satu pengikut yang meninggal itu diketahui dikuburkan di area padepokan. Sementara tiga lainnya dibawa pulang oleh keluarganya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, satu pengikut padepokan yang meninggal dan dikubur di sisi timur padepokan itu bernama Ani asal Papua.
Ia meninggal pada 2013 silam. Sementara, tiga pengikut yang meninggal lainnya berinisial S asal Brebes; inisial SN asal Kabupaten Magetan dan N asal Ngawi. Ketiga pengikut berjenis kelamin laki-laki itu diduga meninggal pada tahun ini dan dibawa pulang ke kampung halaman oleh keluarganya.
Polisi mencurigai masih ada pengikut padepokan yang meninggal lainnya. Indikasi itu menguat lantaran ditemukan dua titik kuburan yang belum diketahui asal usulnya. Dua makam itu diduga kuat juga makam pengikut padepokan yang terletak di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo tersebut.
Informasi yang diperoleh petugas, satu kuburan itu disinyalir makam balita dan satu kuburan lagi orang dewasa yang diperkirakan asal Kalimantan. Kedua titik kuburan itu pertama terletak tepat di sisi utara rumah utama Dimas Kanjeng.
Sementara satu kuburan lagi berada di sekitar 50 meter atau berada di pertigaan sisi utara rumah utama Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Kamis (13/10/2016), Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin mengecek langsung tiga titik lokasi makam yang diduga sebagai pengikut padepokan tersebut.
Dimulai dari mengecek makam yang ada di samping sisi utara rumah utama Dimas Kanjeng, dilanjut ke pertigaan dan keliling sampai ke sisi timur asrama putra padepokan. ”Tiga titik kuburan itu yang diduga merupakan kuburan pengikut padepokan. Satu titik kuburan bernama Ani asal Papua. Sedangkan, dua titik kuburan lagi masih kami selidiki identitasnya,” kata Arman.
Perwira polisi dengan dua melati ini menjelaskan, hingga saat ini pihaknya sudah mengantongi ada empat identitas pengikut padepokan yang meninggal saat berada di padepokan. Satu pengikut meninggal pada 2013 dan tiga pengikut lagi meninggal pada 2016.
”Tiga pengikut yang meninggal di padepokan dibawa pulang oleh keluarganya untuk dikuburkan di daerah asalnya,” terangnya.
Arman menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan termasuk mendatangi



COMMENTS