Penulis : Dimaz Bromo FM Senin, 10/10/2016 KOTAANYAR – Kepanikan melanda warga Dusun Watu Gajah, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kota...
Penulis : Dimaz Bromo FM
Senin, 10/10/2016
Senin, 10/10/2016
KOTAANYAR – Kepanikan melanda warga Dusun Watu Gajah, Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, Minggu (9/10/2016) siang. Hal itu terjadi setelah sebuah pabrik pembuatan tahu rumahan milik warga setempat meledak.
Ledakan itu membuat pabrik tahu dan sejumlah rumah di sekitar home industry itu rusak cukup parah. Selain itu, dua pegawai pabrik tahu dan dua warga setempat mengalami luka-luka. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.15.
Saat itu, pemilik usaha tahu, Mustofa, 36, tidak sedang berada di lokasi. Ia sedang memindahkan kedelai dari gudang ke tempat pemrosesan tahu. Di lokasi, hanya terdapat dua orang karyawan yang sedang bekerja. Mereka adalah Sakdolah, 27 dan Yudi, 24.
Keduanya sama-sama warga desa setempat. Saat keduanya sedang asyik bekerja, tiba-tiba terdengar suara ledakan. “Duarr… suaranya keras, Mas,” ujar salah satu warga yang rumahnya berada di sekitar pabrik tahu setempat.
Mustofa pun dibuat terkejut dengan suara ledakan itu. Usai mendengar suara ledakan, Mustofa langsung mendatangi tempat usahanya tersebut. Saat itu, ia melihat tempat usahanya itu sudah rusak parah. Ia juga sudah melihat kedua karyawannya tergeletak tidak sadarkan diri di reruntuhan pabrik tahu miliknya.
“Saya kebetulan tidak berada di lokasi saat ledakan terjadi. Saat saya mendengar suara ledakan, saya langsung mendatangi tempat usaha saya dan melihat pabrik saya sudah hancur,” jelas Mustofa.
Mustofa pun langsung melapor ke Polsek Kotaanyar. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Namun, tujuh rumah yang berada di sekitar pabrik tahu mengalami kerusakan. Selain itu, empat orang juga mengalami luka-luka pada bagian tubuhnya akibat tertimpa reruntuhan atap yang roboh.
Selain karyawan setempat, dua korban lainnya adalah Suwarni, 57 dan Darmo Supandi, 56. Saat peristiwa terjadi, keduanya kebetulan sedang berada di rumahnya yang terletak di sebelah pabrik tahu setempat. Keempat korban sendiri langsung dibawa ke Rumah Sakit Rizani untuk mendapatkan perawatan.
Selain itu, tujuh rumah juga mengalami kerusakan. Paling parah, dua rumah yang ada di sebelah kanan dan kiri pabrik tahu setempat. Sementara lima lainnya mengalami kaca dan tembok retak imbas dari ledakan itu.
Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin menjelaskan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian. Ledakan tersebut diduga berasal dari api pembakaran kayu bakar. Asap yang keluar dari proses pembakaran tersebut ditampung ke katel untuk memasak tahu.
Diduga karena ketel uap pabrik tersebut tidak menggunakan penampungan otomatis, maka terjadi pembakaran yang banyak. Sehingga terjadi overload dari kekuatan ketel tersebut. Imbasnya, ketel tersebut tak mampu menahan uap yang banyak itu hingga meledak.
“Dugaan sementara, penyebab ledakan karena ketel uap overload dan tidak kuat menampung. Namun, kami masih melakukan pendalaman dengan melakukan penyidikan lebih lanjut pada pemilik dan saksi,” jelas Mantan Kasubdit III Diresnarkoba Polda Metro Jaya tersebut. (maz/ast)



COMMENTS